top of page

Kisah Naga di Jawa

Naga menghiasi bangunan-bangunan kuno di Jawa. Mereka dianggap sebagai penyangga bumi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Naga di Komplek Percandian Panataran. (Anandajoti Bhikkhu/photodharma.net).

6 Agu 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 3 Jul

PADA suatu masa, di sebuah negeri yang makmur di Pancala utara, seorang raja memerintah dengan belas kasih. Kerajaannya damai dan harmonis. Karena itu, seekor naga menjadi tertarik datang dan tinggal di danau dekat istananya. Adanya sang naga lantas membuat ladang-ladang kerajaan teraliri dengan baik. 


Sebaliknya, kerajaan saingannya, Pancala selatan, diperintah oleh raja yang kejam. Akibatnya negara itu kering dan dilanda kemiskinan.


“Perilaku baginda takkan membuat naga mana pun mau memberkati alam,” kata menteri kepada sang raja ketika mereka pergi berburu dan melewati desa-desa. 


Raja pun bertitah akan memberi hadiah kepada siapa pun yang mampu membawa naga di Pancala utara ke kerajaannya. Syahdan, pawang ular mulai menenun mantra pemikat sang naga. Mereka menjamin dalam tujuh hari naga akan datang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Proyek beras sintesis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Nilai budaya Melayu mulai luntur. Namun, bisa kembali dihidupkan melalui ingatan kolektif yang masih muncul dalam tradisi masyarakat Melayu.
Nilai budaya Melayu mulai luntur. Namun, bisa kembali dihidupkan melalui ingatan kolektif yang masih muncul dalam tradisi masyarakat Melayu.
Permainan serupa latto-latto pernah digandrungi anak-anak di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Permainan ini kemudian dilarang karena berbahaya.
Permainan serupa latto-latto pernah digandrungi anak-anak di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Permainan ini kemudian dilarang karena berbahaya.
transparant.png
bottom of page