Masuk Daftar
My Getplus

Jejak Islam di Batik Besurek

Semula menjadi bagian dari proses daur hidup manusia, batik besurek kini menjadi pakaian kantoran tanpa kehilangan nuansa Islami.

Oleh: Aryono | 07 Jun 2017
Batik besurek khas Bengkulu.

Pengaruh Islam terhadap ragam hias tekstil terjejak pada batik besurek khas Bengkulu. Motifnya biasanya hanya berupa huruf Arab gundul yang tak punya makna khusus –kecuali beberapa jenis kain, terutama untuk upacara adat.

Lalu ada perpaduan motif flora dan fauna –yang sudah distilisasi hingga tak dikenali lagi bentuk aslinya– sebagai simbol hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Dalam Pengaruh Islam dalam Seni Wastra Indonesia, katalog dalam pameran di Museum Tekstil Jakarta, Judi Achjadi dan Benny Gratha menulis, keberadaan kain besurek di Bengkulu diperkirakan muncul awal abad ke-16 seiring masuknya pengaruh Islam.

Advertising
Advertising

“Tradisi membatik ini sudah ada sejak Kerajaan Jambi,” ujar Benny.

Baca juga: Batik ala Bung Karno

Selain di Bengkulu, batik besurek pernah dikerjakan di Cirebon. Untuk memenuhi kebutuhannya, Kerajaan Jambi bahkan memesan batik dari Cirebon. Dari sinilah perpaduan terjadi. Muncul beragam motif.

“Koleksi besurek Museum sendiri sekitar enam lembar saja,” kata Benny.

Pada mulanya kain besurek digunakan sebagai perlengkapan upacara daur hidup seperti kelahiran, cukur rambut anak, perkawinan, hingga kematian.

Baca juga: Cinta Mati Batik Betawi

“Dengan menggunakan atribut pakaian yang bertuliskan mantara atau ayat suci Alquran diharapkan acara itu akan berlangsung lancar dan terhindar dari bahaya,” kata Benny.

Munculnya teknologi cap (printing) membuat kain besurek menjadi terjangkau kantong khalayak dan popular. Ia mulai dipakai bukan hanya untuk keperluan adat.

TAG

batik bengkulu islam

ARTIKEL TERKAIT

Manuskrip-manuskrip tentang Pandemi di Dunia Islam Seragam Batik Tempur Melihat Pesona Masjid Cut Meutia Debus dan Tarekat di Banten Jaringan Intelektual dan Spiritual dalam Jalur Rempah Di Balik Berdirinya Kesultanan Banjar Mangoenatmodjo, Penyebar Gerakan Islam Abangan Akulturasi Budaya dalam Naskah Pegon Ketika Indonesia Takut Revolusi Iran Naskah Pegon Tertua di Jawa