Masuk Daftar
My Getplus

Tiga Wajah Willy Wonka

Karakter eksentrik si pemilik pabrik cokelat Willy Wonka kembali ditampilkan dengan wajah baru di layar perak. Pemeran mana favorit Anda?

Oleh: Randy Wirayudha | 19 Jul 2023
Karakter "chocolatier" eksentrik Willy Wonka yang diperankan tiga aktor (Olah Foto: Yusuf Awaluddin/Historia)

BANYAK orang percaya zat asam amino triptofan yang terkandung dalam cokelat yang dikonsumsi merangsang kadar serotonin dan hormon endorphin yang bisa jadi mood booster hingga memicu perasaan bahagia. Lantaran itulah senyum lebar nan eksentrik selalu terpancar dari wajah seorang Willy Wonka.

Willy Wonka tentu bukan tokoh nyata. Ia sekadar satu dari sekian karakter dalam novel Charlie and the Chocolate Factory (1964) karangan novelis Inggris berdarah Norwegia, Roald Dahl.

“Tepat sebelum kematian Olivia (putri sulung Dahl), ia merampungkan novel terakhirnya Charlie and the Chocolate Factory dengan karakter sentral baru, Willy Wonka –seorang manusia super yang jenius dengan kemampuan menciptakan permen dan cokelat paling menakjubkan di dunia,” tulis Donald Sturrock dalam Staoryteller: The Authorized Biography of Roald Dahl.

Advertising
Advertising

Baca juga: Ironi Pendiri McDonald's dalam The Founder

Dua ilustrasi awal karakter Willy Wonka (Charlie and the Chocolate Factory, Colored Editions)

Untuk sedikit menggambarkan figur-figur dalam karakter novelnya, Dahl dibantu ilustrator Joseph Schindeman dan Faith Jacques. Sosok Willy Wonka sendiri digambarkan sebagai pemilik pabrik cokelat yang eksentrik dengan top hat, jas buntut, serta tongkatnya.

Kendati demikian, ilustrasi di edisi pertama masih hitam putih. Adapun edisi cerita bergambarnya pada 1985 yang berwarna tokoh-tokohnya digambarkan lebih jelas oleh ilustrator Quentin Blake. Karakter Willy Wonka diperlihatkan mengenakan topi tinggi khasnya berwarna hitam, jas buntut ungu, dasi kupu-kupu besar bermotif polkadot merah, dan setelan celana hijau.

Karakter Willy Wonka makin populer dan tampak makin “nyentrik” setelah novel itu tiga kali dialihwahanakan ke layar perak. Mulai dari film Willy Wonka and the Chocolate Factory (1971), Charlie and the Chocolate Factory (2005), dan yang terbaru Wonka (2023). Ketiganya menampilkan aktor-aktor yang memerankan Willy Wonka dengan “warna” berbeda.

Gene Wilder (1971)

Para pemeran Willy Wonka and the Chocolate Factory (Paramount Pictures)

Lewat garapan sineas Mel Stuart, film Willy Wonka and the Chocolate Factory yang rilis pada 30 Juni 1971 jadi realisasi novel Dahl untuk kali pertama. Dahl sendiri terlibat dalam penulisan naskahnya kendati ia mengaku kecewa pada hasil akhir film berdurasi 100 menit keluaran Paramount Pictures tersebut.

Pertama adalah penggambaran tokoh bocah Charlie Bucket yang juga merupakan tokoh sentralnya. Dalam novelnya, Dahl menggambarkan Charlie sebagai bocah kulit hitam, sementara dalam film Charlie yang diperankan Peter Ostrum adalah bocah berkulit putih.

Kedua, adalah judulnya yang kemudian mencerminkan pusat ceritanya. Dari judul filmnya yang mengedepankan nama “Willy Wonka” ketimbang “Charlie” sebagaimana di novelnya, membuat porsi Willy Wonka terlalu mendominasi cerita ketimbang Charlie yang sejatinya tokoh paling sentral di novel Dahl dan itu berkelindan dengan pemilihan pemeran Willy Wonka-nya.

Tokoh Willy Wonkanya sendiri di film itu diperankan komedian Jerome Silberman alias Gene Wilder. Penampakan tokohnya sedikit berbeda dari versi ilustrasi novelnya, yakni mengenakan top hat coklat, jas buntut ungu, dasi kupu-kupu kelabu, dan celana krem.

Baca juga: Para Pemeran di Balik Topeng Batman

Nama Wilder juga bukan pilihan utama sang novelis. Dahl cenderung ingin aktor Spike Milligan yang memerankannya. Tetapi akhirnya ia menyerah ketika jajaran produser memilih nama Gene Wilder, yang pesonanya memengaruhi perubahan tokoh sentral dari Charlie ke Willy Wonka.

“Filmnya memang berdasarkan novel Roald Dahl tapi tim produksi tahu apa yang mereka lakukan ketika mengubah judulnya. Penampilan Wilderlah yang mendorong fokus film itu berubah. Wilder yang menemukan humornya melalui katarsis bisa memiliki nuansa berbeda ketika tersenyum bak kucing Chesire,” tulis buku Gene Wilder yang dirilis majalah Life, 1933-2016: The Man Who Was Willy Wonka and So Much More.

Faktor-faktor itulah yang membuat Dahl marah dan tidak simpatik pada filmnya. Ia menyesalkan tim produksi tak mempertimbangkan Milligan yang sampai mencukur habis jenggotnya untuk ikut audisi.

“Pilihan Dahl ditolak hanya karena (produser) memilih Wilder. Tak peduli ia dibayar 300 ribu dolar sebagai penulis naskahnya, dia menjauhkan diri dari film itu dan bahkan mengampanyekan penentangan film itu dalam wawancara TV maupun majalah,” sambung Sturrock.

Johnny Depp (2005)

Karakter Willy Wonka dengan komedi yang sedikit dark dibawakan Johnny Depp (Warner Bros.)

Butuh waktu lama bagi karakter Willy Wonka comeback ke layar lebar. Ia muncul lagi seiring remake –dengan judul serupa novel aslinya– racikan sutradara Tim Burton, Charlie and the Chocolate Factory yang rilis pada 15 Juli 2005. Meski filmnya meledak di pasaran (box office 475 juta dolar), produksi film keluaran Warner Bros itu justru dinyinyiri Wilder si pemeran Willy Wonka versi 1971.

Padahal, jalan ceritanya masih “11-12” dengan versi 1971 atau versi novel. Yakni petualangan lima anak berbeda persona yang bisa mengunjungi pabrik cokelatnya Willy Wonka karena mendapatkan tiket emas tersembunyi.

“Segalanya karena uang. Ibaratnya seperti sekumpulan orang yang duduk-duduk dan berpikir: ‘bagaimana caranya kita bisa mendapatkan uang lebih banyak?’ Kalau bukan begitu, kenapa juga Anda me-remake Willy Wonka? Saya tak melihat hal penting untuk mengulangi ceritanya lagi,” ketus Wilder, dikutip The Telegraph, 1 Juni 2005.

Baca juga: Wajah Joker dalam Lima Aktor

Kendati begitu, Wilder cukup terkesan dengan pemilihan John Christopher Depp II alias Johnny Depp sebagai penerus tongkat estafet tokoh Willy Wonka. Secara sinematik, penampakan Willy Wonka sangat berbeda dari versi 1971 atau versi novelnya. Ia digambarkan sebagai sosok nyentrik dengan top hat hitam, jas merah marun tanpa dasi kupu-kupu, melainkan bersarung tangan lateks.

“Saya suka Johnny Depp dan saya mengapresiasi pernyataannya bahwa peran yang saya tinggalkan akan sangat sulit dibawakan kembali,” lanjutnya.

Nama Depp juga tak langsung muncul ketika film itu mulai masuk fase pra-produksi pada 2003. Banyak nama besar yang masuk bursa gosip potensial memerankannya, yakni Bill Murray, Christopher Walken, Steve Martin, Robin Williams, Brad Pitt, Will Smith, Ben Stiller, Nicolas Cage, hingga Jim Carrey.

Tetapi sutradara Tim Burton pada akhirnya hanya mempertimbangkan Johnny Depp sebagai pilihan utama dan Dwayne “The Rock” Johnson sebagai opsi cadangan seandainya Depp menolak. Toh Depp juga masih terikat kontrak dengan Warner Bros. setelah memerankan karakter eksentrik dan kondang Captain Jack Sparrow di film yang meledak di pasaran, Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl (2003).

Baca juga: Lima Aktor Berjubah Superman

Syukurnya Depp sangat antusias ketika ditawari peran Willy Wonka. Lantaran merasa peran yang ditinggalkan Wilder akan sangat sulit ia perankan kembali, Depp cenderung ingin membawa arah persona Willy Wonka yang berbeda dari persona Wilder.

“Yang jelas sangat penting untuk tidak menyamakan dengan dengan film lain (versi 1971). Bayangan akan Gene Wilder begitu lekat di otak Anda dan Anda tak bisa menyingkirkannya. Tapi saya menyadari jika ingin mulai masuk ke dalam perannya, saya mengatakan pada diri sendiri: ‘jauhilah (bayangan Wilder)’,” kata Depp, dilansir Entertainment Weekly, 15 Juli 2005.

Sejumlah kritikus pun mengakui perubahan persona itu. Tokoh Willy Wonka yang diperankan Depp, meski tetap jenaka dan imajinatif, karakternya turut berpadu komedi gelap.

“Jika Gene Wilder menyajikan persona komik yang konyol, Depp menyelami lebih dalam luka di dalam hati Wonka yang sempat dirahasiakan,” tulis kritikus Peter Travers di kolom Rolling Stone, 14 Juli 2015.

Timothée Chalamet (2023)

Film Wonka membawa nuansa baru dengan aktor muda Timothée Chalamet (Warner Bros.)

Meski tetap musikal, sineas Paul King menggarap Wonka justru sebagai prekuel dari versi 1971. Menilik trailer-nya, film keluaran Warner Bros yang baru akan rilis pada 15 Desember 2023 itu berpusat pada sosok Willy Wonka muda yang bertualang sebelum ia mendirikan pabrik cokelat.

Wonka sama sekali tak mengadaptasi novel Dahl. Wonka hanya “meminjam” karakter-karakternya, di mana naskahnya dikembangkan King dibantu Simon Farnaby karena melihat ada celah yang bisa diperdalam lagi dari novel Dahl.

“Tentu menjadi tantangan mengembangkan ceritanya karena dia (Willy Wonka) figur yang misterius dalam bukunya. Dia menutup pabriknya dan tiada yang melihat penampakannya selama bertahun-tahun, dan Kakek Joe punya banyak cerita tentang dia, tetapi tidak ada yang benar-benar yakin kebenarannya,” ujar King kepada Games Radar, 11 Juli 2023.

Baca juga: Pesona Wonder Woman dalam Empat Wajah

Wonka sendiri sudah mulai dipikirkan Warner Bros untuk diproduksi sejak 2016. Dua tahun berselang, proyek film musikal itu benar-benar dimulai dengan masuknya sejumlah nama ke bursa gosip calon pemeran mulai dari Donald Glover, Ryan Gosling, hingga Ezra Miller.

Tetapi ketika King mendapat kepercayaan sebagai sutradaranya pada Januari 2021, tiga bulan berselang ia sudah langsung mengusulkan nama Timothée Hal Chalamet. Kendati masih sangat muda, toh Chalamet sudah mulai jadi aktor cilik sejak usia 10 tahun. Faktor lainnya adalah karena Chalamet terbiasa berada di panggung teater musikal dan punya kemampuan menari dan vokal yang memadai.

 “Karena dia adalah Timothée Chalamet dan hidupnya begitu absurd. Penampilan musikal di masa SMA-nya tersebar di YouTube dan ratusan ribu viewers-nya. Jadi saya tahu dari situ Timmy Chalamet mampu bernyanyi dan menari dengan sangat baik,” tukas King.

Baca juga: Enam Wajah di Balik Topeng Spider-Man

TAG

cokelat film aktor novel

ARTIKEL TERKAIT

Pyonsa dan Perlawanan Rakyat Korea Terhadap Penjajahan Jepang Benshi, Suara di Balik Film Bisu Jepang Warrior, Prahara di Pecinan Rasa Bruce Lee Exhuma dan Sisi Lain Pendudukan Jepang di Korea Eksil, Kisah Orang-orang yang Terasing dari Negeri Sendiri Jenderal Orba Rasa Korea Sisi Lain dan Anomali Alexander Napoleon yang Sarat Dramatisasi Harta Berdarah Indian Osage dalam Killers of the Flower Moon Alkisah Bing Slamet