Masuk Daftar
My Getplus

Setelah Gerard van Daatselaar Ditawan

Meninggal dalam Perang Dunia II, Gerard van Daatselaar tak bisa melihat kesuksesan cucu-cicitnya.

Oleh: Petrik Matanasi | 18 Mar 2024
Gading Marten sedang menziarahi makam buyutnya, Gerard van Daatselaar. (Instagram @gadiiing).

SETELAH nyaris empat tahun absen, aktor kawakan Roy Marten dikabarkan kembali “naik layar”. Kali ini ia main bareng dengan Ari Tulang dan Yatti Surachman dalam film horor berjudul Dibalik Pintu.

Selain merupakan film pertama Roy setelah Toko Barang Mantan (2020), Dibalik Pintu juga menjadi comeback-nya di genre horor setelah hampir separuh abad. Film horor terakhir Roy, Pembalasan Guna-Guna Istri Muda, rilis pada 1978.

Roy yang telah main di berbagai genre film itu namun namanya bukan melambung lewat film horor. Sejak terjun ke perfilman pada 1974, Roy lebih banyak membintangi film-film drama percintaan. Genre itulah yang mempopulerkan nama aktor tampan itu.

Advertising
Advertising

Namun, drama-drama percintaan berbagai film yang dibintangi Roy mungkin tidak sedramatis kisah percintaan Gerard van Daatselaar dan Inem. Keduanya merupakan leluhur Roy.

Gerard merupakan pria kelahiran Laren, Belanda pada 3 Maret 1899. Dia kemudian dikirim ke Hindia Belanda sebagai tentara. Sebelum Jepang datang, Gerard van Daatselaar adalah seorang sersan mayor kavaleri di tentara kolonial Koninklijk Nederlandsche Indische Leger (KNIL). Menurut kartu tawanan perang Jepang yang kemudian terhimpun di Arsip Nasional Belanda atas nama dirinya, Gerard punya keluarga di Progoweg 292 Salatiga.

Selama di Salatiga, Gerard punya istri bernama Inem, perempuan kelahiran Jawa Tengah tahun1909. Percintaan laki-laki Belanda dengan perempuan Indonesia bukan hal luar biasa di zaman Hindia Belanda. Itu telah menjadi kebiasaan pria Belanda di koloninya sejak berabad-abad silam, sebelum adanya Terusan Suez.

Dengan Inem, Gerard punya seorang anak perempuan bernama Johanna Nora van Daatselaar. Putri mereka itu lahir di Salatiga sekitar tahun 1927.

Namun, kebahagiaan keluarga Gerard sirna begitu Jepang masuk dan menguasai Jawa pada 1942. Tak hanya menangkapi orang-orang Belanda dan sekutunya, balatentara Dai Nippon juga melarang semua hal berbau Belanda. Gerard sendiri tertangkap di sekitar Salatiga dan menjadi tawanan perang Jepang.

Gerard mengalami banyak kemalangan sebagai tawanan perang Jepang. Selain jauh dari keluarganya di Salatiga, Gerard bahkan dibuang sampai ke Sumatra. Gerard dan umumnya tawanan Jepang dalam Perang Dunia II juga kekurangan makan dan kesehatan mereka tidak terjaga sehingga para tawanan perang Jepang umumnya kurus. Akibatnya, di dalam kamp, Gerard jatuh sakit. Dia terkena beri-beri pada 18 September 1944.

Beberapa bulan menderita beri-beri, Gerard akhirnya gagal bertahan. Dia meninggal dunia pada 10 Desember 1944 di sanatorium kamp Melayu di Pekanbaru, Riau. Gerard dinyatakan meninggal karena beri-beri dan malaria.

Begitu Perang Dunia II akhirnya rampung, makam Gerard pun dipindah. Gerard pernah disemayamkan di Changi, Singapura. Dia akhirnya disemayamkan di Leuwigajah, Jawa Barat.

Lama setelah Gerard tutup usia, Inem jandanya pergi ke Belanda. Melalui program naturalisasi, Inem akhirnya menjadi warga negara Belanda. Sementara, Nora putrinya bertahan di Indonesia.

Nora dinikahi oleh seorang tentara Republik Indonesia bernama Abdul Salam, yang belakangan mayor TNI. Keluarga multiras dan keyakinan ini tinggal di Salatiga. Perkawinan itu melahirkan beberapa anak, beberapa di antaranya laki-laki. Tiga di antara anak Nora dan Abdul Salam adalah Rudy Sutantio Abdul Salam, Wicaksono Abdul Salam alias Roy Marten, dan Chris Salam. Ketiganya termasuk aktor Indonesia yang sohor di perfilman Indonesia era 1970-an dan 1980-an.

Di era 1990-an akhir, Roy dan Rudy Salam masih dikenal di jagat sinetron Indonesia, sementara Chris menjadi pengacara. Putra Roy Marten, Gading Marten, juga terjun ke dunia film meski filmnya tidak sebanyak ayahnya karena perfilman Indonesia sedang sepi. Gading sendiri lebih terkenal sebagai presenter acara. Nama Nora, ibu Roy Marten dan nenek Gading, akhirnya disematkan pula kepada putri Gading, Gempita Nora Marten.*

TAG

knil perang dunia ii

ARTIKEL TERKAIT

Korps Nyonya Belanda Gugurnya Arung Rajang Ibu dan Kakek Jenifer Jill Siapa Penembak Sisingamangaraja XII? Thomas Nussy versus Anak Cik Di Tiro Hukuman Penculik Anak Gadis Dulu Para Sersan Berserikat Pengawal Raja Charles Dilumpuhkan Orang Bali Pengawal Raja Charles Masuk KNIL Kombatan Minahasa dalam Serangan Umum