top of page

Jenderal Belanda Tewas di Aceh

Serangan pertama Belanda ke Aceh berakhir dengan kegagalan. Panglima pasukannya tewas.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Kohler, panglima pasukan Belanda dalam Perang Aceh pertama, yang tewas ditembak tentara Aceh. (The Dutch Colonial War in Aceh).

16 Apr 2022
5 menit membaca

Diperbarui: 22 Mar

BELANDA khawatir Aceh jatuh ke tangan negara Barat lain setelah melihat Aceh mengadakan hubungan dengan konsul-konsul Amerika dan Italia. Sultan Aceh juga mengirim utusan ke luar negeri untuk mencari bantuan senjata dan dukungan politik sebagai persiapan menghadapi kemungkinan serangan Belanda.


Pada 18 Februari 1873, Menteri Jajahan Van de Putte atas nama pemerintah Belanda menginstruksikan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda James Loudon di Batavia agar penyerangan ke Aceh dapat segera dimulai. Loudon mengadakan sidang khusus Dewan Hindia Belanda membahas teknis pelaksanaan penyerangan.


Ditetapkan Wakil Ketua Dewan Hindia Belanda, Frederik Nicolaas Nieuwenhuyzen sebagai Komisaris Pemerintah untuk Aceh, dan Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Kohler, komandan teritorial Sumatra Barat, sebagai panglima ekspedisi militer pertama ke Aceh.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page