- 1 Sep 2021
- 5 menit membaca
Diperbarui: 11 Jul
SIGAP, cepat, dan efektif. Begitulah pasukan Marsose (Maréchaussée) Belanda ketika mendesak pasukan Tjoet Nja’ Dhien sampai ke pedalaman Beutong Le Sageu pada suatu hari tahun 1906. Atas bocoran info dari pengkhianat bernama Pang Laot, pasukan Belanda itupun berhasil menangkap Tjoet Nja’ Dhien.
Begitu epilog film Tjoet Nja’ Dhien (1988) garapan Eros Djarot. Perlawanan Tjoet Nja’ Dhien dan mendiang suaminya, Teuku Umar, dapat dipatahkan selain karena pengkhianatan juga karena efektivitas manuver-manuver kontra-gerilya pasukan Marsose.
Bernama lengkap Korps Marechaussee te Voet, unit pasukan khusus Koninklijke Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda itu dibentuk pada 2 April 1890. Marsose dibentuk berangkat dari kebutuhan akan pasukan lebih mobile ketimbang pasukan reguler KNIL. Kebutuhan itu muncul akibat realitas medan pedalaman Aceh yang menyulitkan untuk perang frontal.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















