top of page

Invasi Mongol dan Penyebaran Wabah Pes

Pergerakan pasukan Mongol ke barat dituding sebagai pembawa wabah terbesar pada abad pertengahan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasukan berkuda Mongol. (Wikimedia Commons).

7 Mei 2020
6 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

IBNU Battuta, pengelana asal Maroko, dalam perjalanannya menyaksikan Maut Hitam (Black Death) menyerang kota besar dan kecil di negeri-negeri Islam. Ia menyebut serangan wabah penyakit itu tiba-tiba dan mengejutkan seperti serbuan orang-orang Mongol. Tampaknya ini bukan sekadar analogi. Pergerakan pasukan Mongol yang melintasi dataran stepa Asia ke Eropa dituding berandil dalam menyebarkan wabah pes itu.


"Black death terjadi pada periode-periode itu," kata Sofwan Noerwidi, peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta, dalam diskusi lewat aplikasi zoom tentang "Eksistensi Wabah: Fakta Masa Lampau Hadir pada Masa Kini" yang diselenggarakan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pada Selasa, 21 April 2020.


Bahkan, Sofwan penasaran, apakah pasukan Mongol juga membawa penyakit pes ketika menginvasi Jawa? "Ini sesuatu yang menarik, tetapi belum banyak dikaji. Adakah hubungan pes di Jawa dengan invasi Mongol?" kata Sofwan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Pewarta foto Historia.id untuk kedua kalinya meraih penghargaan APFI, ajang tertinggi pewarta foto di Indonesia.
Pewarta foto Historia.id untuk kedua kalinya meraih penghargaan APFI, ajang tertinggi pewarta foto di Indonesia.
Periode revolusi kemerdekaan pada 1945-1950 terjejaki dalam ratusan karya fotografi.
Periode revolusi kemerdekaan pada 1945-1950 terjejaki dalam ratusan karya fotografi.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Kapal yang mengantar rombongan tim dan trofi Piala Dunia edisi perdana. Merana di tengah gejolak Perang Dunia II
Kapal yang mengantar rombongan tim dan trofi Piala Dunia edisi perdana. Merana di tengah gejolak Perang Dunia II
Pembunuh berdarah dingin Inggris di kotak penalti lawan. Dikenang dan dihormati sampai ke Italia.
Pembunuh berdarah dingin Inggris di kotak penalti lawan. Dikenang dan dihormati sampai ke Italia.
Dua kisah tentang kolonialisme Belanda. Beda cara datang, beda pula cara pulangnya.
Dua kisah tentang kolonialisme Belanda. Beda cara datang, beda pula cara pulangnya.
transparant.png
bottom of page