Diperbarui: 12 Okt
DI BALIK nestapa karena wabah, para ulama berusaha menafsirkan penyebabnya berdasarkan pendekatan medis, teologi, atau magis. Bahkan, banyak ulama dan keluarganya juga terkena wabah. Namun, keadaan itu tak melemahkannya malah mereka mencatat pengalamannya dalam menghadapi wabah.
“Sebelum menemukan catatan wabah dalam kronik Tiongkok misalnya, Islam sudah melahirkan karya-karya tentang wabah karena sudah terjadi sejak masa Nabi Muhammad Saw.,” kata Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus staf ahli menteri agama, dalam seminar daring lewat aplikasi zoom bertema “Wabah dalam Lintasan Sejarah Umat Manusia”, yang diselenggarakan Museum Nasional pada Selasa, 21 April 2020.
Catatan tentang wabah itu di antaranya karangan penting dari sejarawan Arab, Ibnu al-Wardi (1291/1292–1348/1349). Sayangnya, karyanya sudah tak ditemukan lagi. “Saya beruntung menemukan karya filologi dari Palestina yang sudah menyuting naskah ini. Naskah ini bentuknya puisi,” kata Oman.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















