Diperbarui: 12 Okt
IBNU Battuta, pelawat muslim asal Maroko, sedang berlayar ke arah barat dari Tiongkok. Sementara itu, Maut Hitam, malapetaka pandemik terbesar sejak abad ke-6, menempuh perjalanannya melintasi padang rumput Asia Tengah ke pantai-pantai Laut Hitam.
Wabah itu menyerang kota-kota besar dan kecil Islam dengan mengejutkan bagai serangan Mongol. Wilayah-wilayah pedalaman di Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, Paris dan Bourdeaux, Barcelona dan Balencia, Tunis dan Kairo, Damaskus dan Aleppo, menderita kematian besar-besaran akibat wabah itu.
Orang-orang pun menghentikan kebiasaan sehari-hari. Mereka lebih memilih salat dan berdoa. Kebanyakan muslim menerima wabah itu sebagai rencana Tuhan yang tak diketahui ciptaan-Nya. Masjid-masjid ditutup. Khususnya saat para petugas dan anggota pengurusnya menjadi korban.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















