Masuk Daftar
My Getplus

Demokrasi Air ala Bung Hatta

Di tempat pengasingan, Bung Hatta membuat aturan agar tidak memakai air sesukanya untuk mandi.

Oleh: Aryono | 22 Mar 2017
Bung Hatta, Ali Sastroamidjojo, Mohamad Roem, Mr. Asaat, Komodor Suryadi Suryadarma, dan AG Pringgodigdo, di tempat pengasingan di Menumbing, Bangka.

Awal Januari 1949, Ali Sastroamidjojo dan Mohamad Roem tiba di Menumbing, Bangka. Mereka ditempatkan di sebuah pesanggarahan milik perusahaan timah Belanda. Mereka disambut Bung Hatta, Mr Asaat, Komodor Suryadi Suryadarma, dan AG Pringgodigdo yang sudah duluan ditawan Belanda setelah agresi militer Belanda kedua.

Sehari di sana, Bung Hatta memberikan “pengarahan”. Pertama, kendati berada di pengasingan, mereka harus tetap menganggap diri dan bersikap sebagai petugas resmi Republik Indonesia. Tetap berpakaian rapi. Tak boleh pakai piyama atau sarung. Selain itu, Hatta menandaskan perlunya memegang teguh azas demokrasi.

“Misalnya,” ujar Hatta sebagaimana dikutip Ali Sastroamidjojo dalam Tonggak-tonggak di Perjalananku, “kalau mandi janganlah memakai air sesukanya sendiri. Saya sudah mengukur isi tempat air mandi dan ternyata airnya cukup kalau saudara-saudara masing-masing hanya memakai 10 gayung tiap-tiap kali mandi.”

Advertising
Advertising

Mereka tertawa tapi mematuhinya dengan serius.

Baca juga: 

Bung Hatta dan Kecoa
Wasiat Bung Hatta
Partai Islam ala Hatta

 

TAG

hatta bung hatta mohammad hatta

ARTIKEL TERKAIT

Candaan Bung Hatta dan Kawan-kawan di Bangka Bung Hatta Sebagai Idola Sumbangan Rakyat Bangka untuk Republik Indonesia Mata-mata Mengawasi Bung Hatta Kerangkeng Belanda Bung Hatta: Pejabat Pemarah ke Ahli Jiwa Saja Menjelang Proklamasi Tiba Berkaca pada Ekonomi Kerakyatan Bung Hatta Belajar Toleransi dari Bung Hatta Hatta dan Pernikahan Adat Minang