November 1936. Ini adalah tahun ketiga Sukarno disana. Banyak hal terjadi di Ende, dalam pribadi Sukarno. Mulai dari menyalurkan bakat seni, hingga menggali ide-ide dasar negara kelak.


Terjemahan:
Endeh, 28 Nov ‘36
Sam yang baik,
Saya mulai surat ini dengan minta maaf sekali karena keteledoran saya. Saya tidak berani untuk menulis sebelum catatan tentang Tjokro selesai. Tetapi lihatlah, ini ada 25 hal yang mungkin berharga buatmu. Saya merasa malu karena untuk 25 hal yang kecil ini, saya lewatkan setengah tahun karena…malas. Kalau Anda mau memarahi saya, saya ikhlas menerima itu.
Saya pasti hanya memandang secara sekilas tugas resmi dari karier seorang Tjokro dalam 25 halaman itu. Saya tidak menggambar sisi dia yang pribadi, itu bukan sesuatu untuk ensiklopedi, tetapi adalah biografi.
Tetapi kalau Anda ingin lebih banyak tahu tentang itu, mohon sampaikan kepada saya dan saya janji bahwa saya tidak akan melewati 6 bulan lagi: untuk kasih lihat bahwa saya mengerti kewajiban persahabatan dan bantuan teman.
“Kemerdekaan” macam apa yang Soertardjo maksudkan masih samar-samar. Dan pernyataan yang tidak jelas itu bisa berbahaya untuk masa depan. Saya bisa bersetuju dengan pendapat Soeroso; dari seluruh sayap kirinya, mengenai materi ini, dia yang paling sadar. Thamrin, sekali lagi, terlalu bersikap penurut.
Akta-McDuffy (Philipinas merdeka), berita Amerika adalah jauh lebih jelas dan lebih menguntungkan untuk si-kulit-coklat dari pada petisi Soetardjo. Jauh lebih banyak! Tetapi itu belum berarti bahwa Akta-McDuffy sudah menjadi Tanah Harapan untuk orang Filipina. Tidak, dan saya senang membaca di telegram-telegram terakhir bahwa di Filipina oposisi kiri dan radikalisme kiri yang lumayan sedang dibentuk. Tetapi bagaimana masa depan nanti dengan Soetardjo?
Saya khawatir dan saya sangat takut bahwa nanti kita akan ditindas/diinjak lebih banyak lagi di bawah lars kapitalisme kolonial. Betul, khusus dalam kasus seperti ini, “nasionalisme yang tidak ekstrem” bisa menjadi begitu bahaya. Nah, akhirnya itu disebabkan oleh ketidakadaan dari gerakan Marhaenistis yang kuat dan cerdik. Seandainya itu ada - petisi Soetardjo sebagai pelajaran bisa menjadi alat pendidikan yang menarik untuk meletakkan di bawah pisau agitasi.
Saya tidak tahu apa pendapatmu soal visiku.Tetapi saya percaya bahwa Anda setuju kalau saya bilang bahwa Soeroso ada yang paling sadar.
Cuaca di sini mulai menjadi tak ramah. Setiap hari terasa kemarau. Apakah Anda pernah mengalami temperatur dari 95º F. Andai saja saya bisa merasakan iklim Priangan yang begitu enak lagi. Benar-benar seperti Taman Eden, Priangan itu. Istriku dan Omi, biarpun panas, tahan dengan teguh. Mereka sering tanya jika saya sudah dengar berita darimu: apakah Anda baik dan sedang di mana. Omi sudah jadi noni besar; Anda tidak akan mengenali dia lagi. Anda dapat salam yang besar dari dia dan juga dari istriku.
Dan jelas juga dari saya,
Sobatmu,
Soekarno