top of page

KH Ahmad Sanusi, Ajengan dalam Arus Kemerdekaan

Jejak perjuangan ajengan dari Sukabumi yang merepotkan pemerintah kolonial. Kini ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi KH Ahmad Sanusi. (Betaria Sarulina/Historia.ID)

  • 8 Nov 2022
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 2 Agu

SOSOK KH Ahmad Sanusi tak sekadar ajengan yang memimpin pondok pesantren. Bukan juga ahli tafsir bidang fikih, kalam, dan tasawuf semata dengan karya-karya yang acap jadi rujukan para ulama hingga kini. Kiai Sanusi juga figur penting di masa pergerakan yang tiada lelah menentang pemerintah kolonial Hindia Belanda hingga Jepang.


Kiprah pentingnya itulah yang agaknya menjadi bahan pertimbangan Presiden Joko Widodo menetapkan KH Ahmad Sanusi sebagai pahlawan nasional dari Provinsi Jawa Barat. Bersama dengan empat tokoh lain, penganugerahan pahlawan nasional KH Ahmad Sanusi dilakukan presiden di Istana Negara pada Senin, 7 November 2022.


Penganugerahan tersebut jadi kehormatan tersendiri bagi warga Kota Sukabumi. Pasalnya, sudah sejak 2007 namanya diajukan Persatuan Umat Islam (PUI), Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Sukabumi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Bergeming di bawah hujan salju, ribuan orang di Manchester dan Munich haru biru mengenang 60 tahun tragedi yang menimpa MU.
Bergeming di bawah hujan salju, ribuan orang di Manchester dan Munich haru biru mengenang 60 tahun tragedi yang menimpa MU.
Tingkat dan perubahan populasi permukiman kuno bisa diteliti lewat ekstrak tinja manusia dan hewan.
Tingkat dan perubahan populasi permukiman kuno bisa diteliti lewat ekstrak tinja manusia dan hewan.
Koboi sebermula seorang penunggang kuda penggembala ternak. Berubah jadi sosok heroik dan dibanggakan oleh pemuda revolusi di Surabaya.
Koboi sebermula seorang penunggang kuda penggembala ternak. Berubah jadi sosok heroik dan dibanggakan oleh pemuda revolusi di Surabaya.
transparant.png
bottom of page