top of page

Berebut Takhta Mataram Kuno

Pergantian takhta Kerajaan Mataram Kuno tak selalu mulus. Beberapa raja terusir dan melarikan diri dari istana.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Candi Plaosan Lor di Klaten yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. (Shutterstock).

31 Mei 2019
4 menit membaca

TAK semua raja yang bertakhta di Mataram Kuno adalah pewaris sah. Prasasti mencatat adanya pergantian kekuasaan yang tak wajar. Setidaknya ada dua prasasti yang memuat nama-nama penguasa Mataram. Prasasti Mantyasih (907 M) dan Prasasti Wanua Tengah III (908 M), keduanya dikeluarkan pada masa Balitung. 


Berdasarkan daftar raja yang tertulis dalam Prasasti Mantyasih (907 M) terdapat sembilan penguasa di Kerajaan Mataram Kuno sebelum Balitung. Diawali Rakai Mataram sang Ratu Sanjaya, Śrī Maharaja Rakai Panangkaran, Śrī Maharaja Panunggalan, Śrī Maharaja Rakai Warak, Śrī Maharaja Rakai Garung, Śrī Maharaja Rakai Pikatan, Sri Maharaja Rakai Kayuwangi, Śrī Maharaja Rakai Watuhumalang. Terakhir adalah raja yang menulis prasastinya, Śrī Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung.


Sementara itu, berdasarkan Prasasti Wanua Tengah III, di Mataram ada 13 raja yang berkuasa sebelum era Balitung. Berbeda dengan Prasasti Mantyasih, Prasasti Wanua Tengah III menyebut raja-raja berikut hari dan tahun mereka naik takhta. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Pejabat ideal apalagi seorang raja, pangeran, atau bangsawan, harus dapat membuat puisi.
Pejabat ideal apalagi seorang raja, pangeran, atau bangsawan, harus dapat membuat puisi.
Bom molotov diciptakan bukan untuk alasan agama, apalagi untuk menghabisi nyawa seorang anak mungil: Intan Olivia Marbun.
Bom molotov diciptakan bukan untuk alasan agama, apalagi untuk menghabisi nyawa seorang anak mungil: Intan Olivia Marbun.
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
transparant.png
bottom of page