Diperbarui: 16 Sep
MENTERI Muda urusan Kebudayaan dan Media Belanda Gunay Uslu serta Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI Hilmar Farid meneken peresmian penyerahan 472 benda bersejarah yang akan direpatriasi dari Belanda. Keduanya sama-sama menyadari pentingnya penelitian bersama agar repatriasinya tak sekadar memulangkan benda ke negeri asalnya.
Menukil keterangan pers Tim Repatriasi Koleksi Asal Indonesia di Belanda, peresmian itu dihelat di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda pada Senin (10/7/2023) pagi waktu setempat. Ke-472 artefak yang ditransfer itu meliputi sebuah Keris Klungkung, empat arca era Kerajaan Singhasari, 132 benda seni koleksi Pita Maha, dan 335 harta karun jarahan Ekspedisi Lombok 1894.
“Ini menjadi langkah penting. Sebuah milestone dalam kerjasama kita dalam hal bagaimana menangani koleksi dari konteks kolonial. Saya mengharapkan harta nasional Indonesia itu akan pulang dengan selamat,” tutur Menteri Uslu dalam sambutannya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















