- 5 Des 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 23 Feb
NEGERI Belanda luluh lantak ketika Jerman mendudukinya pada 1940. Begitulah Angkatan Perang Kerajaan Belanda hancur lebur tanpa perlawanan dalam Perang Dunia II. Imbasnya sampai ke wilayah jajahan, Hindia Belanda. Pemerintah kolonial kekurangan opsir untuk menata pasukan tentara kerajaan Hindia Belanda (KNIL). Demi memenuhi kebutuhan itu, pemerintah kolonial membuka Akademi Militer Belanda (KMA) di Bandung. Baik orang-orang Belanda maupun pribumi diterima masuk KMA untuk mengenyam pendidikan perwira.
Bermodal ijazah AMS (setara SMA), pemuda Tahi Bonar Simatupang mendaftar ke KMA. Keputusan Simatupang mengikuti seleksi KMA sebenarnya perjudian besar. Dia nekat mengubur cita-citanya melanjutkan studi ke sekolah tinggi kedokteran. Lagipula, postur tubuhnya yang kecil agak kurang cocok menjadi tentara. Di benak Simatupang kala itu hanya ingin membuktikan ketidakbenaran sebuah mitos. Ada anggapan umum saat itu bahwa kaum pribumi seperti dirinya tidak layak menjadi tentara.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












