- M.F. Mukhti
- 4 Jan 2020
- 6 menit membaca
Diperbarui: 18 Jan
SENJA, 27 Januari 1932 di Shanghai, China. Dari seorang kawannya asal Kwantung yang bernama Siangseng Tze, Tan Malaka mendapat peringatan bahaya. “Siangseng Tze, dari Kwantung, memperingatkan kepada saya supaya pindah rumah, karena something will happen this night (akan ada kejadian malam hari ini). Katanya, ‘The Canton soldiers will resist Japanese agression.’ Saya dinasehatkan pindah rumah, karena pertempuran akan terjadi di sekitar kampung saya,” kata Tan Malaka dalam otobiografinya, Dari Penjara ke Penjara Jilid 2.
Alih-alih menuruti, Tan Malaka justru mengabaikan nasihat temannya itu. Toh, peringatan serupa juga sudah diterima Tan Malaka sebelumnya dari Siangsen Chen, kawannya asal Kwantung yang punya kontak dengan Tentara ke-19 (19th Route Army). “Saya sebagai orang asing, tentulah tidak bisa langsung menerima kebenarannya kabar di atas,” sambung Tan Malaka.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












