top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Januari “Ngeri” di Shanghai

Januari 1932 menjadi pembuka “pintu neraka” bagi penduduk Shanghai. Invasi mengerikan Jepang berlangsung hingga Mei.

3 Jan 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Pasukan Tentara ke-19 China terlibat baku tembak dengan pasukan Jepang front Chapei. (Wikimedia Commons).

Diperbarui: 18 Jan

SENJA, 27 Januari 1932 di Shanghai, China. Dari seorang kawannya asal Kwantung yang bernama Siangseng Tze, Tan Malaka mendapat peringatan bahaya. “Siangseng Tze, dari Kwantung, memperingatkan kepada saya supaya pindah rumah, karena something will happen this night (akan ada kejadian malam hari ini). Katanya, ‘The Canton soldiers will resist Japanese agression.’ Saya dinasehatkan pindah rumah, karena pertempuran akan terjadi di sekitar kampung saya,” kata Tan Malaka dalam otobiografinya, Dari Penjara ke Penjara Jilid 2.


Alih-alih menuruti, Tan Malaka justru mengabaikan nasihat temannya itu. Toh, peringatan serupa juga sudah diterima Tan Malaka sebelumnya dari Siangsen Chen, kawannya asal Kwantung yang punya kontak dengan Tentara ke-19 (19th Route Army). “Saya sebagai orang asing, tentulah tidak bisa langsung menerima kebenarannya kabar di atas,” sambung Tan Malaka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Sudomo Sumber Berita

Sudomo Sumber Berita

Sudomo merupakan pejabat tinggi Orde Baru yang paling sering berurusan dengan wartawan. Pernyataan hingga ocehannya jadi bahan pemberitaan.
Keruntuhan Bisnis Dasaad

Keruntuhan Bisnis Dasaad

Pada masanya, Agus Musin Dasaad mencapai puncak kejayaan bisnis pribumi. Kedekatannya dengan kekuasaan membuka banyak peluang sekaligus risiko. Ketika lanskap politik berubah, bisnisnya pun ikut goyah.
bottom of page