top of page

Warna-warni Kehidupan Sean Connery

Aktor kawakan segudang pengalaman. Melejit sebagai pemeran James Bond, Sean Connery pernah menolak pinangan Manchester United.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sir Thomas Sean Connery di film "A Bridge Too Far" (1977) memerankan karakter Mayjen Roy Urquhart. (Metro-Goldwyn-Mayer Studios Inc).

2 Nov 2020
7 menit membaca

Diperbarui: 25 Agu

SANG “James Bond” pergi dengan tenang. Aktor legendaris Sir Thomas Sean Connery mengembuskan napas terakhirnya di usia 90 tahun dalam tidurnya di kediamannya di Nassau, Kepulauan Bahama, pada Sabtu (31/10/2020). Disebutkan putra semata wayangnya, Jason Connery, sang ayah memang sudah sakit-sakitan, meski tanpa menyebut penyakit apa yang dideritanya.


“Ayah sudah tidak sehat beberapa waktu belakangan ini. Sebuah hari yang menyedihkan untuk semua orang yang mengenal dan mencintai ayah saya dan sebuah kehilangan yang pedih untuk semua orang di dunia yang menikmati bakat luar biasanya sebagai aktor,” ujar Jason sebagaimana disitat BBC, Sabtu (31/10/2020).


Siapa tak mengenal Sean yang memerankan sosok agen Inggris 007 James Bond di tujuh seri filmnya selama 1962-1983. Walau kemudian peran James Bond dimainkan aktor-aktor lain, Sean tetap tak tergantikan dan fondasi yang diwarisinya tetap abadi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page