Diperbarui: 30 Sep
SEBUAH piringan hitam bersampul biru dan merah dengan ornamen warna emas itu tersimpan di bagian koleksi khusus milik sejarawan Anton Lucas yang kini dikelola Perpustakaan Universitas Flinders, Adelaide, Australia. Pada sampulnya tertera “Pilihan Lagu-Lagu Jang Diperdengarkan Oleh Rombongan Njanji Dan Tari Lekra Indonesia di Tiongkok.”
Muka sampul pertama piringan hitam berisi lagu Pudjaan Kepada Pantai, Persahabatan Tiongkok-Indonesia, Asia Afrika Bersatu, Nasakom, Dari Rimba Kalimantan Utara, Lagu Perjuangan, Api Cubana, dan Djamila. Sedangkan muka sampul kedua berisi susunan lagu rakyat Maluku Tarik Lajar, lagu rakyat Sulawesi Selatan Atiradja, Lagu Batak Simalungun Sihala Erdeng-Erdeng, lagu Batak Sing-Sing So, dan lagu Batak Karo Erkata Bedil.
Musisi-musisi Lekra yang tergabung dalam kumpulan ini antara lain, S.W. Kuntjahjo, Slamet, Szuma Wensen, Make, Sudharnoto, Subroto K. Atmodjo, Mochtar Embut, serta Kondar Sibarani. Selain itu, turut pula solois Andy Mulja dan Eveline Tjiauw. Beberapa lagu dinyanyikan oleh paduan suara Kondar Sibarani dengan iringan piano Mochtar Embut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















