top of page

Ketika Genderang Buruh Ditabuh

Pergerakan buruh memasuki masa kegemilangan pada 1950-an. Mati suri setelah pergantian rezim.

loading_historia_white.gif
transparant.png

SOBSI saat kongres di Magelang, 1947. Hingga era Demokrasi Terpimpin, SOBSI merupakan garda terdepan perjuangan buruh. (rnw.nl).

2 Mei 2017
4 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

19 Mei 1948. Ribuan buruh dan petani kapas di Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, mendatangi kantor Badan Textil Negara (BTN) di Solo. Mereka menuntut pembayaran upah yang tertunda sejak 1947. Aksi itu memicu munculnya aksi mogok di berbagai tempat. Sejak 26 Mei, Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) mengambil-alih aksi tersebut. Konflik kian memanas ketika mereka bentrok dengan Serikat Tani Islam Indonesia yang berafiliasi dengan Masyumi.


Untuk mengatasinya, Kementerian Perburuhan dan Sosial mendudukkan wakil-wakil pihak yang bertikai di meja perundingan. Hasilnya, kedua pihak sepakat menandatangani “Akte Persetudjuan”. Sayang, akte tersebut akhirnya hanya jadi secarik kertas lantaran BTN tak tergerak menjalankannya. Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat pun turun tangan dengan membentuk Panitia Enquete. Lagi-lagi, Panitia Enquete tak memberi banyak hasil. Baru setelah Perdana Menteri Mohammad Hatta mengadakan pertemuan dengan pimpinan SOBSI pada 14 Juli, pemogokan dihentikan.


Pemogokan Delanggu bukan hanya aksi buruh dan tani pertama setelah Indonesia merdeka, tapi juga menjadi bahan ajar penting bagi pemerintah dalam menangani masalah perburuhan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
Pernikahan di Mesir Kuno bukanlah belenggu, melainkan kemitraan yang adil dan penuh perhitungan. Hubungan ini adalah sebuah petualangan spiritual yang diharapkan bertahan hingga ke akhirat, namun dijalani dengan hukum duniawi yang sangat realistis.
Pernikahan di Mesir Kuno bukanlah belenggu, melainkan kemitraan yang adil dan penuh perhitungan. Hubungan ini adalah sebuah petualangan spiritual yang diharapkan bertahan hingga ke akhirat, namun dijalani dengan hukum duniawi yang sangat realistis.
Demi mengenal Indonesia lebih dalam, novel Max Havelaar karya Multatuli diterjemahkan ke dalam bahasa Korea.
Demi mengenal Indonesia lebih dalam, novel Max Havelaar karya Multatuli diterjemahkan ke dalam bahasa Korea.
Anak yatim dari pinggiran ibukota Austria jadi maestro lapangan hijau. Namun, sikap politik anti-Nazi membuatnya celaka.
Anak yatim dari pinggiran ibukota Austria jadi maestro lapangan hijau. Namun, sikap politik anti-Nazi membuatnya celaka.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
Sebagai wartawan dan anggota parlemen Belanda, dia mengutuk agresi militer Belanda dan menganggapnya sebagai aksi edan dan sia-sia.
Sebagai wartawan dan anggota parlemen Belanda, dia mengutuk agresi militer Belanda dan menganggapnya sebagai aksi edan dan sia-sia.
Tak selamanya anak selalu di bawah bayang-bayang ayahnya. Empat pembalap F1 di bawah ini  justru punya prestasi lebih tinggi.
Tak selamanya anak selalu di bawah bayang-bayang ayahnya. Empat pembalap F1 di bawah ini justru punya prestasi lebih tinggi.
transparant.png
bottom of page