top of page

Jejak Buruh di Awal Mei

Mulanya menuntut pengurangan jam kerja. Kini ramai menuntut dihapusnya alih daya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2013 di Jakarta.

2 Mei 2013
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Feb

SEJAK 1884, kaum pekerja di Amerika Serikat (AS) ramai menyuarakan tuntutan bekerja “Delapan Jam Sehari”. Kala itu, bahkan sejak awal abad ke-19, banyak perusahaan-perusahaan yang memaksa buruh memeras keringat selama 14, 16, bahkan 18 jam sehari. Maka ketika kelas buruh dalam jumlah besar menghimpun diri dalam serikat-serikat buruh ditambah resolusi Serikat Buruh Nasional yang menyampaikan tuntutan serupa pada 1886, gerakan itu menemukan momentumnya.


Sebelum Mei 1886, puluhan ribu buruh di AS kerap melakukan pemogokan. Pada 1 Mei, sekira 30 ribu pekerja di Chicago turun ke jalan bersama anak-anak serta istri, membuat kota lumpuh. Di seluruh penjuru AS, tak kurang dari 350 ribu diorganisasikan Federasi Buruh Amerika untuk mogok kerja.


Dua hari berselang, saat pemogokan belum juga surut, pemerintah mengirim polisi untuk meredam aksi buruh di pabrik McCormick. Polisi menembaki pemogok: empat orang tewas dan banyak yang luka-luka. Buruh pun marah, bahkan merencanakan membalas dengan senjata, misalnya saja anggota kelompok Knights of Labour.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
transparant.png
bottom of page