Diperbarui: 3 hari yang lalu
BALASAN Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ke Jalur Gaza, Palestina lepas serangan roket Hamas pada 7 Oktober 2023 makin menggila. Tak hanya memutus semua akses kebutuhan hidup dasar untuk penduduk sipil Palestina, serangan-serangan IDF turut menyasar permukiman, kamp pengungsian, dan rumahsakit.
Kementerian Luar Negeri Palestina dalam sejumlah posting-an di akun X-nya, @pmofa, pada Rabu (18/10/2023) mengungkapkan, sudah lebih dari tiga ribu jiwa yang tewas dan 12 ribu terluka. Jumlah itu sudah termasuk ratusan orang yang tewas kala Israel membombardir Rumahsakit Al-Ahli Arab atau Rumahsakit Baptist di pusat kota Gaza.
Kecaman pun bermunculan. Tak hanya dari WCC atau Dewan Gereja Dunia tapi juga sejumlah badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“UNICEF mengecam keras serangan terhadap Rumahsakit Al Ahli Arab di Gaza yang menelan ratusan korban sipil yang tewas dan terluka. Kami menyerukan perlindungan terhadap semua warga sipil, termasuk anak-anak dan infrastruktur kebutuhan mereka. Kami mendesak gencatan senjata sesegera mungkin dan akses terhadap bantuan kemanusiaan,” ungkap badan dana amal anak-anak PBB di akun X-nya, @UNICEF, Rabu (18/10/2023).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












