- 8 Agu 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
PADA 18 Januari 1966, Cosmas muda naik bemo ke Istana Merdeka Jakarta. Dia beserta sembilan pimpinan KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) Pusat, KAMI Jakarta Raya dan KAMI UI diundang Presiden Sukarno. Sukarno mengundang mereka karena demo menuntut pembubaran PKI berlarut-larut saat itu.
Di Istana, Cosmas dan sembilan mahasiswa lainnya dipandangi Sukarno satu per satu. Sukarno lalu mulai bicara dengan nada yang semakin meninggi. Bung Besar nampaknya marah karena menduga para mahasiswa telah menjadi antek Nekolim (neo kolonialisme) dan tak paham revolusi.
“Dengan nada suara yang mencerminkan kemarahan itu, saya merasa, sebenarnya Bung Karno tidak memahami mengapa mahasiswa berdemonstrasi. Tampaknya dia yakin betul bahwa mahasiswa tidak memahami revolusi yang sedang berlangsung di negeri ini,” kata Cosmas dalam Cosmas Batubara Sebuah Otobiografi Politik.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















