top of page

Sebelum Westerling Beraksi di Indonesia

Sebelum jadi jagal dengan banyak korban, Westerling nyaris putus asa sebagai tentara. Tugasnya mengupas kentang hingga membersihkan toilet.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapten Raymond Pierre Paul Westerling (kanan) kondang jadi "jagal" lewat pelatihannya di Inggris. (NIMH/nederlandsekrijgsmacht.nl).

6 Jul 2022
7 menit membaca

Diperbarui: 23 Feb

PANGKAT berbentuk dua garis mirip huruf “V” itu sudah tersemat di lengan Kopral Raymond Westerling. Pun dengan emblem singa bertuliskan Nederland dan satu insignia hitam kecil bertuliskan “No. 10 Commando” berwarna merah darah sebagai penanda prajurit muda itu sudah menjadi manusia “berbeda” kala tiba di kota Porthmadog, Wales, medio Juli 1942. Westerling sudah tak lagi sekadar prajurit asing dengan tugas-tugas rendahan.


Darahnya masih mendidih akibat latihan khusus di Depot Komando Achnacarry, Skotlandia (Maret-Juni 1942) yang beberapakali nyaris menamatkan nyawanya.


“Lolos dari maut selusin kali selama latihan, saya meninggalkan Achnacarry dengan kondisi fisik yang tangguh, keras, dan gelisah untuk berjibaku dengan musuh. Mungkin fisik saya terlalu bagus. Hampir setiap kali dalam latihan, saya tak pernah tidak antusias untuk beraksi,” kenang Westerling dalam memoarnya, Challenge to Terror.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page