- 17 Mei 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 22 Feb
KAPTEN R.P.P. Westerling kembali bangkit dari kubur. Kali ini komandan DST (Depot Pasukan Khusus) Belanda paling legendaris itu dimunculkan oleh sutradara berdarah Maluku Jim Taihuttu dalam De Oost. Itu nama drama perang bertajuk petualangan militer Belanda di Indonesia, salah satu tanah jajahannya di Timur Jauh.
Begitu dirilis empat hari yang lalu, De Oost langsung menuai kecaman beruntun dari para veteran Belanda dan keluarganya. Salah satu dari mereka adalah Palmyra Westerling, salah satu putri dari Raymond Westerling. Dalam surat terbuka yang beberapa hari ini beredar di media sosial, Palmyra menyerukan khalayak Belanda untuk memboikot peredaran film tersebut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












