top of page

Narkim Menerkam Pejuang Aceh

Narkim menunjukkan keberaniannya melawan pejuang Aceh. Kerajaan Belanda memberinya bintang.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 18 Jun 2022
  • 2 menit membaca

Jenderal J.B. van Heutsz melancarkan ekspedisi ke Pidie untuk memburu para pemimpin Aceh pada 1898. Pasca penaklukan Keumala pada Juni 1898, dia mengejar Teuku Panglima Polem dan Sultan Muhammad Daud Syah di sepanjang pantai utara sampai ke daerah Pasai, bahkan ke daerah pegunungan terpencil di Tangse, di belakang Pidie.


Menurut Anthony Reid dalam Asal Mula Konflik Aceh, setelah Teuku Umar dijebak dan dibunuh di dekat Meulaboh pada Februari 1899, Sultan Muhammad Daud Syah menyerah secara sukarela pada Januari 1903. Kesultanan Aceh pun berakhir.


Penyerahan itu diikuti oleh Teuku Panglima Polem bersama lebih kurang 150 orang pengikutnya pada September 1903. Pada akhir 1903, administrasi uleebalang yang stabil telah ditempatkan di bawah kendali Belanda. Namun, perlawanan yang tersisa masih sangat kuat.



Patroli tentara kolonial KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger) kerap mendapat gangguan, seperti di kampung Beureuleung, Pidie. Bentrokan terjadi pada 26 Juni 1904. Pasukan KNIL yang dipimpin Letnan Verschuur itu menyerang dua rumah tempat Pang Andah dan pengikutnya bertahan.


Seorang anggota Marsose, pasukan antigerilya KNIL, bernama Narkim menunjukkan keberaniannya. Dia menjebol sebuah rumah dan menyerang seorang Aceh yang ada di dalamnya. Dengan senjata klewang dan senapan pendek, dia merobohkan pejuang Aceh itu.

“Narkim mendapati di dalam rumah satu senapan Beaumont yang rusak oleh pasang (tembakan),” tulis majalah Trompet No. 73, Februari 1940.


Narkim juga yang menjebol rumah kedua. Dia masuk ke dalam rumah diikuti anggota Marsose lain bernama Rambo. Narkim dan Rambo berhasil melumpuhkan lima pejuang Aceh.



Sementara itu, serdadu KNIL lain memberikan tembakan perlindungan dari tembakan pejuang Aceh yang berada di sebuah bangunan tinggi dekat rumah pertahanan pasukan Pang Andah.


Teuku Ibrahim Alfian dalam Wajah Aceh dalam Lintasan Sejarah menyebut Pang Andah, tangan kanan Teuku Ali Bait, kemudian dapat ditewaskan oleh Belanda bersama Nyak Muda Daud pada 3 Juli 1904.


Ketika Cut Nyak Dhien ditangkap oleh Letnan Van Vuuren pada 4 November 1905, Teuku Ali Bait berhasil melarikan diri. Dia kemudian dikejar oleh pasukan Marsose dan berhasil ditangkap di Takengon.



Atas keberaniannya menjebol dua rumah itu, Narkim dianugerahi bintang oleh Kerajaan Belanda, Militaire Willemsorde 4e klasse (MWO kelas 4). Laki-laki kelahiran Gedoeng, Cirebon pada 1873 itu, mendaftar jadi serdadu di Palimananpada 23 September 1891. Pada 1894,dia ikut berperang di Lombok sehingga mendapat medali Lombokkruis


Pada 1896, Narkim dikirim ke Aceh. Pada awal jadi Marsose, dia menunjukkan keberaniannya hingga dianugerahi bintang voor Moed en Trouw (keberanian dan kesetiaan)berdasarkan Gouvernements Besluit No. 11tanggal 1 Augustus 1900.


Pada 1907, pangkat Narkim sudah infanteri kelas satu (spandrig) kemudian pada 1910 masuk sekolah kader di Magelang dan menjadi kopral. Dia pensiun di Bogor dengan pangkat terakhir sersan.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Banyumas is one of Central Java’s rice-producing regions. However, floods and malaria caused famine in the area. This issue caught the attention of a member of the House of Representatives.
bg-gray.jpg
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
Peristiwa ini berawal dari ketegangan yang dipicu oleh kecemburuan sosial dan tekanan ekonomi. Aksi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran meninggalkan luka sosial yang mendalam.
Peristiwa ini berawal dari ketegangan yang dipicu oleh kecemburuan sosial dan tekanan ekonomi. Aksi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran meninggalkan luka sosial yang mendalam.
Horison lahir dari stabilitas politik rezim Orde Baru. Majalah sastra berpengaruh ini bertahan selama enam dekade.
Horison lahir dari stabilitas politik rezim Orde Baru. Majalah sastra berpengaruh ini bertahan selama enam dekade.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
transparant.png
bottom of page