Diperbarui: 1 Okt
ROMAN Bumi Manusia sudah sangat “personal” buat Hanung Bramantyo. Tak heran jika membuat roman ini jadi film adalah beban untuk Hanung. Peraih dua Piala Citra sebagai sutradara terbaik 2005 (Brownies) dan 2007 (Get Married) mengaku sejatinya perkenalan pertamanya dengan Pram bukan lewat Bumi Manusia, melainkan Perburuan. Semua itu terjadi tak lain lantaran sejak kecil Hanung selalu heran mengapa setiap berulangtahun bendera merah-putih selalu berkibar setengah tiang.
“Saya lahir 1 Oktober 1975. Tepat di Hari Kesaktian Pancasila. Sepuluh tahun sebelumnya terjadi peristiwa Lubang Buaya (Gerakan 30 September-1 Oktober 1965). Kalau jam 2 malam para jenderal diculik, ibu saya (10 tahun berselang) masuk ke bidan. Jam 6 para jenderal dimasukkan ke (sumur) Lubang Buaya, saya 1975 lahir,” tutur Hanung berkisah kala bertandang ke redaksi Historia.ID, Selasa (20/8/2019) malam.
Hanung kecil mencari tahu apa yang terjadi dengan bertanya kepada gurunya. Namun jawaban gurunya tidak memuaskan Merasa tak puas penjelasan gurunya, ia pun bertanya kepada ibunya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















