top of page

Bumi Manusia Rasa Milenial

Hanung meracik karya Pramoedya Ananta Toer ala kekinian. Imbasnya berbelok dari keotentikan novelnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Film Bumi Manusia (2019). (Dok. Falcon Pictures).

15 Agu 2019
6 menit membaca

Diperbarui: 8 Jul

MODERNISASI dan cinta. Minke (diperankan Iqbaal Ramadhan) mengalami kegalauan akut terhadap hidup yang dipilihnya dan berkelindan dengan dua hal itu. Di satu sisi ia seorang anak bupati yang mengenyam pendidikan Eropa: bersekolah dengan anak-anak Belanda dan Indo (blasteran bumiputra dengan Eropa) pada zaman peralihan. Di sisi lain cintanya kandas karena aturan kolonial yang sangat rasialistis akhir abad ke-19.


Setidaknya begitu gambaran yang disuguhkan sineas Hanung Bramantyo dalam Bumi Manusia. Film drama yang diangkat dari tetralogi pertama Pulau Buru Pramoedya Ananta Toer bertajuk sama. Karya sastrawan yang disebutkan Hanung, sebagai karya yang acap dibaca secara sembunyi-sembunyi di masa Orde Baru.


Memang Hanung tak menyertakan periode waktu. Namun soal era sangat nampak lantaran Minke salah satu pemuda HBS Hogere Burgerschool (setara SMP-SMA) Surabaya yang turut antusias melihat perayaan penobatan Wilhelmina menjadi Ratu Belanda, 6 September 1898.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
Lewat pendekatan budaya, Abdul Rasjid, delegasi Srilanka dalam KIAA melancarkan diplomasinya yang membuat para delegasi lainnya berderai tawa. Dia juga sosok di balik gelar Pahlawan Islam dan Kemerdekaan yang melekat pada Bung Karno.
Lewat pendekatan budaya, Abdul Rasjid, delegasi Srilanka dalam KIAA melancarkan diplomasinya yang membuat para delegasi lainnya berderai tawa. Dia juga sosok di balik gelar Pahlawan Islam dan Kemerdekaan yang melekat pada Bung Karno.
Utusan Mesir yang membawa keputusan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia dari negara-negara Liga Arab, sempat terdampar di Singapura.
Utusan Mesir yang membawa keputusan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia dari negara-negara Liga Arab, sempat terdampar di Singapura.
transparant.png
bottom of page