Masuk Daftar
My Getplus

Robbie Coltrane dari Sketsa Komedi ke Semesta Harry Potter

Mengikuti jejak orangtuanya ke dunia seni, Coltrane dikenang dengan perannya sebagai Hagrid yang dicintai jutaan penggemar Harry Potter.

Oleh: Randy Wirayudha | 18 Okt 2022
Anthony Robert McMillan alias Robbie Coltrane si pemeran Hagrid yang wafat di usia 72 tahun (Warner Bros)

UNTUK kesekian kalinya, semesta Harry Potter yang menyihir jutaan penggemarnya berduka. Setelah pemeran Profesor Albus Dumbledore (Richard Harris) dan pemeran Profesor Severus Snape (Alan Rickman), kini giliran Robbie Coltrane, yang memerankan Rubeus Hagrid, menghadap Sang Pencipta. Coltrane wafat pada Jumat (14/10/2022) di Larbert, Skotlandia pada usia 72 tahun.

Coltrane diketahui mengidap osteoarthritis atau radang kronis di sendi tulang rawan pada 2016. Sejak dua tahun terakhir, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan wafat di Rumahsakit Forth Valley Royal, Larbert, Skotlandia. Ia meninggalkan adiknya, Annie Rae; serta kedua anaknya, Spencer dan Alice.

“Robbie seorang talenta yang unik, berbagi buku rekor Guinness dengan tiga kali berturut-turut memenangkan penghargaan aktor terbaik BAFTA bersama Sir Michael Gambon. Perannya sebagai Hagrid di film-film Harry Potter telah memberi kebahagiaan buat anak-anak dan fans dewasa di seluruh dunia. Aktor yang cerdas dan brilian. Saya akan merindukannya,” ungkap Belinda Wright, agen Coltrane selama 40 tahun, dikutip Daily Mail, Sabtu (15/10/2022).

Advertising
Advertising

Baca juga: Obituari: Layar Lebar Chadwick Boseman

Penulis Joanne Kathleen (JK) Rowling yang bukunya diadaptasi untuk franchise Harry Potter, menjadi salah satu orang terdekat yang terpukul. Ia menyampaikan belasungkawanya via akun Twitter-nya, @jk_rowling.

“Saya tak pernah mengenal pribadi yang seperti Robbie lagi. Sosok yang tiada dua. Dia talenta yang luar biasa dan saya beruntung pernah mengenal dan bekerja bersamanya,” kata Rowling.

Penulis Harry Potter Joanne Kathleen Rowling (kanan) saat bersama mendiang Robbie Coltrane (Twitter @jk_rowling)

Para aktor kondang yang bermain di Harry Potter pun sama kehilangan. Daniel Radcliffe, yang memainkan peran utama Harry Potter, mengatakan punya banyak kenangan semasa satu frame di delapan seri franchise-nya.

“Saya sangat bersyukur pernah bertemu dan bekerja dengan dia dan sangat terpukul mendengar ia tiada. Ia selalu bisa mengangkat moral kami dengan lelucon-leluconnya. Ia seorang aktor yang luar biasa dan pribadi yang menyenangkan,” ungkap Radcliffe dilansir CNN, Sabtu (15/10/2022).

Aktris cantik Emma Watson yang memerankan Hermione Granger juga mengungkapkan kedukaan senada. “Robbie adalah paman paling menyenangkan yang pernah saya miliki. Tak heran ia memerankan karakter (setengah) raksasa karena ia mampu mengisi ruang dengan pribadinya yang brilian. Robbie, saya berjanji di set film akan selalu melakukan yang terbaik demi mengenang nama dan memori Anda,” ujar Emma.

Baca juga: Obituari: Adieu, Jean-Luc Godard!

Dari Panggung Teater hingga James Bond

Coltrane lahir di Rutherglen, Skotlandia pada 30 Maret 1950 dengan nama Anthony Robert McMillan. Ia anak kedua dari pasangan Ian Baxter McMillan, dokter bedah forensik, dan Jean Ross Howie, guru musik sekaligus pianis. Sejak kecil, Coltrane lebih berminat mengikuti jejak ibunya di dunia seni ketimbang jadi dokter seperti ayahnya atau jadi pebisnis sukses sebagaimana kakek buyutnya, Thomas W. Howie.

Setelah sekolah seni rupa di Glasgow School of Art, ia terjun ke seni peran dengan bergabung ke Traverse Theatre di Edinburgh pada 1978. Sejak itu pula ia menggunakan nama panggung “Coltrane”.

“Coltrane adalah nama panggung saya yang saya ambil untuk menghormati pemain saksofon Jazz, John Coltrane yang menjadi pahlawan saya. Nama keluarga saya McMillan, salah satu klan dari dataran tinggi Skotlandia,” ungkap Coltrane dalam otobiografinya, Robbie Coltrane’s B-Road Britain.

Baca juga: Obituari: Warna-warni Kehidupan Sean Connery

Komedi di atas panggung seolah jadi pelarian bagi Coltrane. Meski tumbuh di tengah keluarga terpandang, masa remaja Coltrane disesaki banyak tragedi.

“Coltrane yang sejak kecil dikenal dengan panggilan ‘Fat Rob’, menemukan komedi menjadi senjata terbaiknya. Tapi ceritanya tidak semua tentang tawa. Sejak remaja ia telah menderita, setidaknya karena dua tragedi. Pertama, kematian ayahnya karena kanker paru-paru. Kemudian adik perempuannya, Jane, melakukan bunuh diri,” tulis suratkabar The Herald, 14 September 2001.

Robbie Coltrane (kanan) bersama para pengisi sketsa komedi Alfresco (IMDb)

Tak hanya memulai dari bawah sebagai aktor figuran, Coltrane juga menjalani pekerjaan sampingan sebagai sopir para direktur teater dan para aktor senior. Kerja kerasnya terbayar saat mendapat peran di serial komedi televisi, The Comic Strip Presents…, (1980-2016). Ia kemudian bermain dalam serial komedi sketsa Alfresco (1983-1984), di mana namanya mulai dikenal dan persahabatannya dengan para komedian muda lain yang kelak jadi legendaris, seperti Hugh Laurie dan Emma Thompson, dimulai.

Sejak saat itu karier Coltrane sebagai komedian yang wara-wiri di serial televisi makin moncer. Beberapa di antaranya Tutti Frutti (1987) dan Blackadder the Third (1987) yang juga dibintangi Rowan Atkinson. Tawaran peran pendukung di sejumlah layar perak mengalir padanya, di antaranya film Henry V (1989), dia memerankan tokoh Sir John Falstaff; dan peran antagonis agen KGB Valentine Dmitrovich Zukovsky di franchise James Bond: Golden Eye (1995) dan The World is Not Enough (1999).

Hingga akhir hayatnya, Coltrane tercatat bermain di 41 serial televisi. Di antara penghargaan yang pernah didapatnya adalah tiga piala BAFTA untuk aktor terbaik selama tiga tahun berturut-turut pada 1994-1996 untuk perannya di serial drama kriminal Cracker (1993-1995). Di layar lebar, Coltrane bermain di 55 film yang delapan di antaranya adalah franchise Harry Potter.

Baca juga: Obituari: John le Carré di Antara Dunia Mata-mata dan Sastra

Peran Robbie Coltrane di franchise James Bond (Twitter @007)

Pilihan Utama JK Rowling

Sejak merampungkan buku pertama Harry Potter pada 1995 bertajuk Harry Potter and the Philosopher’s Stone, Rowling sudah menghadirkan tokoh Rubeus Hagrid. Sosok itu dibuatnya sebagai setengah raksasa setinggi 12 kaki (3,7 meter) karena  lahir dari ibu seorang raksasa, Fridwulfa, yang bersuami manusia biasa yang tak disebutkan namanya.

“Hagrid karakter berambut hitam dan berjanggut yang saya ciptakan sejak hari pertama. Namanya berasal dari dialek bahasa Inggris lama. Kira-kira artinya, jika Anda ‘hagrid’, Anda akan mengalami malam yang buruk. Hagrid juga seorang peminum berat dan dia mengalami banyak malam yang buruk,” ungkap Rowling, dikutip Shringar Tiwari dalam Children’s Literature JK Rowling’s Mastery in Portrayal of Characters in Harry Potter Series.

Latarbelakang karakter Hagrid juga dibuat Rowling sebagai eks-golongan Gryffindor semasa ia bersekolah di Hogwarts. Setelah dikeluarkan dari Hogwarts, tongkat sihirnya dipatahkan karena suatu kasus kecerobohan.

Baca juga: Momok Nazi dan Mitos Indonesia dalam Fantastic Beasts

Akan tetapi, kemudian oleh Profesor Dumbledore, Hagrid diperbolehkan tetap berada di sekitar Hogwarts sebagai penjaga sekolah dan merawat makhluk-mahkluk ajaib. Karena menjadi loyalis Dumbledore, Hagrid cepat akrab dengan Harry Potter, Ron Weasley, dan Hermione Granger. Tak selamanya Hagrid bisa diandalkan karena kecerobohannya.

Harrid digambarkan acap membawa sebuah payung usang. Payung itu sedianya menyembunyikan tongkat sihirnya yang ia perbaiki seadanya. Meski terkadang masih bisa melakukan sihir, ia tetap tak mampu melayangkan mantra “Expecto Patronum” untuk menolak makhluk jahat.

Robbie Coltrane yang terlibat dalam delapan franchise Harry Potter (Warner Bros)

Ketika Harry Potter and the Philosopher’s Stone (di luar Inggris bertajuk Harry Potter and the Sorceres’s Stone) akan difilmkan Warner Bros pada 1997, Rowling ikut memberi sumbang saran mengenai siapa-siapa yang akan memerankan masing-masing karakternya yang ditetapkan semua harus aktor Inggris. Khusus pemeran Hagrid, Rowling tak pernah punya opsi lain yang paling pas dan cocok selain Coltrane.

“Para pemerannya ibarat dream cast tapi yang menjadi top list adalah Robbie Coltrane untuk (peran) Hagrid dan Maggie Smith untuk (Profesor Minerva) McGonagall. Saya pikir semua orang yang mengenal bukunya dan para aktornya akan setuju dengan saya. Robbie sempurna karena Hagrid karakter yang mudah disukai, dicintai, sedikit komikal tapi juga mesti punya sense bahwa dia sosok yang keras dan Robbie melakukannya dengan sempurna,” kata Rowling kepada The Telegraph, 4 November 2001.

Baca juga: Obituari: Pelaut yang Menaklukkan Hollywood

Selain mesti melakukan penyesuaian efek visual untuk menjadikannya seorang raksasa, Coltrane juga harus lebih menggali karakternya yang mencintai anak-anak agar  lebih relevan. Itu jadi kunci karakter Hagrid sebagaimana yang ingin ditonjolkan dari buku Rowling.

Kesuksesan perannya berbanding lurus dengan meledaknya Harry Potter. Dimulai dari Harry Potter and the Philospher’s Stone (2001), berlanjut ke Harry Potter and the Chamber of Secrets (2002), Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004), Harry Potter and the Goblet of Fire (2005), Harry Potter and the Order of the Phoenix (2007), Harry Potter and the Half-Blood Prince (2009), Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 (2010), serta Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 (2011).

Pada 2006, Coltrane dianugerahi medali OBE (Officer of the Order of the British Empire) oleh Kerajaan Inggris untuk dedikasinya pada seni peran. Lima tahun kemudian, giliran anugerah kehormatan BAFTA Scotland Awards yang diterimanya.

“Anak-anak menyukai Hagrid karena dia besar dan kuat dan ramah dan itu yang diinginkan anak-anak. Mereka menginginkan seseorang yang bisa melindungi mereka dan seseorang yang bisa berperilaku baik terhadap mereka. Dan banyak anak-anak di dunia nyata tidak punya sosok seperti itu dalam hidup mereka. Itu hal yang sangat menyedihkan,” tandas Coltrane, dikutip dari buku Harry Potter: Film Vault, Volume 11.

Baca juga: Obituari: Akhir Hidup Si Pemeran Hitler

TAG

obituari aktor

ARTIKEL TERKAIT

Tiga Maestro Pantomim Bertandang ke Indonesia Mementaskan Pantomim di Hadapan Jenderal hingga Pemabuk Secuplik Cerita Nani Widjaja dan Golden Girls Nani Wijaya dari Tari ke Film Lima Aktor Berjubah Superman Pelé adalah Sepakbola, Sepakbola adalah Pelé Sisi Lain Ridwan Saidi Aminah Cendrakasih Sebelum Jadi Mak Nyak Remy Sylado dan KNIL Adieu, Jean-Luc Godard!