top of page

Jejak Sikh di Indonesia

Orang-orang Sikh datang sebagai buruh, petani, hingga pedagang. Mereka memiliki kuil sejak masa kolonial.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 16 Mei 2020
  • 3 menit membaca

SEJAK pertengahan abad ke-19, orang-orang Sikh mulai berdiaspora ke berbagai penjuru dunia. Dari Eropa, Asia Tenggara, Australia hingga Amerika Utara, komunitas-komunitas Sikh berkembang selama era kolonial. Orang Sikh bermigrasi sebagai buruh, pasukan keamanan, petani hingga pedagang.


Di Asia Tenggara, Malaya menjadi pendaratan pertama orang-orang Sikh. Mereka dibawa oleh Inggris ke tanah Melayu itu pada 1873. Tujuan awalnya untuk memerangi pemberontak Tionghoa di pertambangan timah di Perak.


Menurut Darshan Singht Tatla dalam The Sikh Diaspora, The Search for Statehood, mereka kemudian direkrut dalam dinas pemerintah dan membentuk pasukan keamanan dalam kendali Inggris. Pemerintah Inggris merekrut langsung orang-orang Sikh dari Punjab.


Komunitas orang Sikh di Malaya kemudian berkembang ke berbagai tempat di sepanjang Semenanjung Malaya. Dari situ, mereka kemudian bermigrasi ke tempat-tempat di Asia Tenggara lainnya hingga ke Australia dan Selandia Baru.


“Dari Malaya banyak orang Sikh pindah ke wilayah tetangga, Thailand atau Sumatra, sementara orang-orang yang lebih ambisius berangkat ke Australia dan Selandia Baru,” sebut Darshan.


Sementara itu, orang-orang India juga dibawa oleh Belanda sebagai buruh kontrak di perkebunan yang berlokasi di sekitar Medan, Sumatra Utara pada abad ke 19. Mereka berasal dari India selatan maupun utara dengan latar belakang agama Hindu, muslim, dan Sikh.


Senada dengan Darshan, Swarn Singh Kahlon dalam Sikhs in Asia Pasific, Travel among the Sikh Diaspora from Yangon to Kobe menyebut permukiman Sikh telah ada di Sumatra dari sekitar tahun 1898 setelah orang-orang Sikh direkrut sebagai pasukan keamanan wilayah Malaya.


“Asal usul Sikh Sumatra bukan sebagai orang yang direkrut di kepolisian seperti halnya di negara-negara tetangga, tetapi lebih sebagai kawanan petani dan pengusaha kecil,” tulis Swarn.


Pada akhir abad ke-19 cabang De Javasche Bank dibuka di Medan dan mata uang Belanda mulai diperkenalkan. Orang-orang Sikh dipekerjakan sebagai penjaga keamanan pada bank tersebut. Populasi Sikh di Medan kemudian meningkat pada awal abad ke-20 dan mereka mendirikan kuil Sikh atau Gurdwara pada 1911.


Menurut Swarn, gelombang selanjutnya datang dengan jumlah yang signifikan pada 1920-an. Seperti sebelumnya, kebanyakan menetap di sekitar Medan. Sebagian besar bekerja sebagai petani atau memiliki usaha produk susu.


Pada 1931, di dekat Gurdwara Medan didirikan Sekolah Bahasa Inggris Khalsa yang merupakan sekolah Bahasa Inggris pertama di Medan. Orang-orang Sikh dari Semenanjung Malaya pun mengirim anak-anak mereka ke sekolah tersebut karena memiliki fasilitas asrama.


Dari Sumatra, permukiman orang Sikh kemudian muncul di Batavia. Komunitas mereka awalnya berkembang di daerah pelabuhan Tanjung Priok. Dua perusahaan Inggris, Ocean Liner dan General Motors juga membawa orang-orang Sikh sebagai penjaga. Terdapat pula orang Sikh yang bekerja sebagai penjaga toko milik sesama orang India.


“Berbeda dengan orang-orang Sikh di Sumatra, yang sebagian besar datang langsung dari India, orang-orang Sikh di Batavia (Jakarta) kebanyakan berasal dari negara-negara Melayu,” tulis Swarn.


Jumlah orang Sikh kemudian meningkat pada 1925. Dan pada tahun yang sama, Gurdwara Tanjung Priok didirikan. Sebelum periode Perang Dunia II, terdapat 100 orang Punjabi dari 25 keluarga di Jakarta.


“Sebagian besar dari mereka adalah penjaga di malam hari dan rentenir di siang hari. Mereka juga menyimpan kereta kuda, yang mereka sewa ke orang Indonesia setempat untuk digunakan sebagai taksi setiap hari,” tulis Swarn.


Di bawah pendudukan Jepang, orang India di Indonesia terbilang makmur. Namun, pasca Perang Dunia II, banyak orang Sikh dan komunitas India lainnya yang pergi ke India dan Malaya. Keamanan jadi alasannya.


“Periode revolusioner pasca perang di Jakarta menyebabkan kesalahpahaman tentang peran yang dimainkan oleh orang India dan terjadi kerusuhan. Di Jakarta Barat, dua puluh lima orang India, mayoritas dari mereka Sikh, dibakar,” tulis Swarn.


Pada November 1945, sebagian besar orang India pindah ke Pasar Baru untuk mencari perlindungan. Di Pasar Baru mereka mempertahan komunitas dan kemudian mendirikan Yayasan Sikh Gurdwara Mission pada 1955 yang masih aktif hingga kini.


Menurut data Swarn, per 2017, ada sekitar 7.000 orang Sikh di Indonesia yang tersebar di berbagai daerah dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Surabaya, Bandung, Jakarta, Semarang, Bengkulu, Pekanbaru, Yogyakarta, Samarinda, Balikpapan hingga Batam.


Sebagian besar orang Sikh menetap di Sumatra Utara di mana mereka telah tinggal selama empat genesai. Ada sekitar 4.000 Sikh yang tersebar dari Medan, Binjai, Lubuk Pakam, Kaban Jahe, Kisaran, Siantar hingga Belawan.


Salah satu tokoh Sikh Indonesia ialah Gurnam Singh, seorang atlet. Ia memenangkan tiga medali emas di Asian Games 1962 pada cabang atletik. Sementara itu, 16 Spetember 2019, Indonesia kehilangan Harbinderjit Singh Dillon atau H.S. Dillon, salah satu tokoh Sikh terkemuka.


H.S. Dillon merupakan pegiat hak asasi manusia, pemberantasan korupsi, sosial ekonomi hingga pertanian. Pada 2007, ia menerima penghargaan Bintang Jasa Pratama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pada 2015 ia menerima Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Joko Widodo. Ia menikah dengan Drupadi S. Harnopidjati, seorang muslim.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
transparant.png
bottom of page