top of page

Ketika Islam dan Hindu Bertemu dalam Sikh

Konflik antara Islam dan Hindu di India telah berlangsung lama. Seorang Guru mencari titik temu dan melahirkan agama baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Guru Nanak dalam lukisan abad ke-19. (Wikimedia Commons).

  • 14 Mei 2020
  • 3 menit membaca

Di Punjab, wilayah India utara yang berbatasan dengan Pakistan, Islam dan Hindu telah bersinggungan sejak abad ke tujuh. Konflik antar kedua agama dan terutama diprakarsai oleh para penguasa juga telah berlangsung sepanjang sejarahnya. Penjajahan dan perang pun merenggut banyak korban.


Toleransi beragama di perbatasan anak benua ini sebenarnya sempat terwujud dalam kompromi Islam kepada Hindu melalui para Sufi dan kompromi Hindu kepada Islam dalam gerakan Bhakti. Namun, pada abad ke-16 seorang Guru muncul sebagai jembatan antara dua agama yang kemudian melahirkan agama baru: Sikh.


Ajaran Sikh bermula dari Guru Nanak (1469–1539), anak seorang pegawai rendahan di desa dekat Lahore. Sejak kecil, Nanak sudah belajar agama Hindu dan Islam dan seringkali terlibat diskusi dan perdebatan dengan para pengembara suci yang ditemuinya. Keinginan untuk menemukan kebenaran rohani kemudian menuntunnya pada laku pertapa. Ia berpuasa, berdoa, dan bermeditasi.


Guru Nanak kemudian berkeliling menyebarkan pemikirannya. Ia mengujungi desa-desa bersama dua kawannya, seorang musisi muslim dan seorang Hindu dari kasta terendah. Ia berkhotbah dalam syair yang dinyanyikan dengan iringan kecapi. “Tak ada Hindu, tak ada muslim,” begitulah pernyataan awal Guru Nanak.


Menurut Khushwat Singh dalam The Sikh, pada dasarnya ajaran Guru Nanak adalah perang melawan omong kosong dalam agama. Ia juga memiliki keberanian untuk mengatur hidupnya sesuai dengan ajarannya sendiri. Dua kejadian dapat menggambarkan metode pendekatan Guru Nanak.


Pertama, di Sungai Gangga. Para Brahmana biasanya mandi dan melemparkan air ke arah matahari terbit sebagai persembahan bagi leluhur mereka yang sudah mati. Namun, Guru Nanak justru melemparkan air ke arah yang berlawanan. Ketika ditanya, ia menjawab, “Saya menyirami ladang saya di Punjab. Jika Anda dapat melemparkan air ke orang mati di surga, akan lebih mudah untuk mengirimkannya ke tempat lain di bumi.”


Kedua, suatu ketika Guru Nanak tertidur dengan kakinya mengarah ke Makkah. Seorang imam marah dan membangunkannya. Ia hanya berkata: “Jika Anda pikir saya menunjukkan rasa tidak hormat dengan mengarahkan kaki saya ke rumah Tuhan, putarlah kaki saya ke arah lain di mana Tuhan tidak tinggal.”


“Ajarannya memicu imajinasi petani Punjab dan sejumlah besar pengikut berkumpul di sekelilingnya,” sebut Khushwant.


Menurut J.S. Grewal dalam “The Sikh of The Punjab” yang termuat dalam The New Cambridge History of India Volume 2, Guru Nanak telah melakukan perjalanan di dalam dan luar India selama kuartal pertama abad ke-16. Dalam satu syair, ia menyebut telah mengunjungi kota-kota di “sembilan wilayah bumi” (nau-khand).


“Hampir tidak ada keraguan bahwa ia mengunjungi pusat-pusat penting ziarah Hindu dan muslim. Ia berdebat dengan para protagonis dari hampir semua sistem kepercayaan dan praktik keagamaan di India kontemporer,” tulis Grewal


Pemikiran-pemikiran Guru Nanak tersebar terutama di wilayah Punjab dan kemudian menjadi iman bagi murid-muridnya. Dalam bahasa Sanskerta murid disebut “Shish”. Kata “Shish” inilah yang kemudian menjadi “Sikh”, sebutan bagi pengikut ajaran Guru Nanak.


Meski dipuja banyak orang, Guru Nanak bukan tokoh yang membuat klaim keilahian atau kekerabatan dengan Tuhan. Ia merasa cukup hanya sebagai seorang Guru.


“Sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk menyatukan umat Hindu dan muslim. Keberhasilan pribadinya ke arah ini luar biasa. Ia diakui oleh kedua komunitas,” tulis Khushwat.


Ketika Guru Nanak meninggal, orang muslim ingin menguburnya. Sedangkan orang Hindu menghendakinya dikremasi. Ia telah menjadi titik temu antara orang Hindu dan muslim di Punjab.


Setelah kepergian Guru Nanak, misinya dilanjutkan oleh sembilan guru lainnya. Tiap Guru tidak ditentukan oleh hukum waris melainkan dipilih, baik oleh Guru sebelumnya maupun oleh para murid, karena cocok untuk melindungi dan mengembangkan ajaran spiritual yang ditinggalkan oleh Guru Nanak.


Selama 200 tahun, para penerus ini menyempurnakan aspek religius Sikhisme. Selama itu pula, naskah-naskah disusun dan kuil-kuil yang disebut Gurdwara didirikan. Guru keempat, Ram Das (1534–1591) meletakan batu pendirian kuil Amritsar yang menjadi kuil Sikh paling penting.


Sementara itu, Guru kelima, Arjun (1563–1606) menyelesaikan kompilasi naskah-naskah Sikh dan memasukan tulisan-tulisan orang suci Hindu dan muslim. Kompilasi itu kemudian menjadi Adi Granth, kitab suci orang Sikh.


Guru Arjun menarik perhatian penguasa muslim lalu ditangkap, disiksa dan kemudian dieksekusi di Lahore. Ia menjadi martir pertama dan terpenting dalam sejarah Sikh.


Pada 1699, Guru kesepuluh sekaligus terakhir, Gobind Singh (1666-1708) mendirikan institusi Khalsa, yang artinya “murni”. Khalsa merupakan tatanan orang-orang Sikh yang setia dan terikat oleh identitas dan disiplin yang sama.


Kini orang Sikh telah berdiaspora ke berbagai negara. Per 2018, mengutip worldatlas.com, ada lebih dari 25 juta penganut Sikh di seluruh dunia. Bahkan, Kanada memiliki Menteri Pertahanan Nasional,Harjit Sajjan, yang merupakan seorang Sikh.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Memperingati Krakatau bukan semata-mata mengenang 1883. Kita perlu membaca kembali lanskap yang masih hidup.
bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Mobil listrik murni pertama Hyundai ditenagai baterai lithium-ion polymer, sumber energi yang sejarahnya membentang sejak abad ke-18.
Mobil listrik murni pertama Hyundai ditenagai baterai lithium-ion polymer, sumber energi yang sejarahnya membentang sejak abad ke-18.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Sejak awal diselenggarakan, pesta rakyat tahunan ini tetap mempertahankan fondasi utamanya.
Sejak awal diselenggarakan, pesta rakyat tahunan ini tetap mempertahankan fondasi utamanya.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Willie, si singa berambut ala personel The Beatles, sang pelopor tradisi maskot.
Willie, si singa berambut ala personel The Beatles, sang pelopor tradisi maskot.
transparant.png
bottom of page