- 12 Mei 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 18 Mar
SEPULUH hari menjelang Lebaran pada Mei 1923. Buruh-buruh kereta api di Jawa murung. Biasanya mereka menyambut lebaran dengan riang. Pengaruh resesi ekonomi sejak pertengahan 1922 masih terasa. Perusahaan kereta api negara dan swasta menghapus sejumlah tunjangan dan memangkas kenaikan gaji. Hidup belasan ribu buruh tak menentu.
Buruh-buruh kereta api memutuskan bertindak. Bulan puasa tahun 1923 menjadi puncak perlawanan mereka terhadap kebijakan perusahaan kereta api. Mereka mogok kerja pada 9 Mei 1923, tepat sepuluh hari sebelum Lebaran. Tuntutan buruh sederhana saja: perbaikan kesejahteraan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












