- 12 Mei 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 20 Mar
WABAH penyakit yang menyerang penduduk Batavia pada abad ke-18, tak hanya menewaskan ribuan jiwa, tetapi juga mengubah kota itu,dari yang tersohor dengan sebutan Koningin van het Oosten(Ratu dari Timur) menjadi Graf der Hollanders(kuburan orang Belanda).
Ada beberapa pendapat mengenai penyebab Batavia menjadi tidak sehat dan tidak layak dihuni. John Crawfurd, orientalis Skotlandia, beranggapan bahwa kondisitersebut terjadi akibat keputusan kurang tepat yang diambil VOC saat membangun Batavia.
“Orang Belanda, tanpa menghiraukan perbedaan garis lintang sekitar 45 derajat, memutuskan untuk memiliki sebuah kota dengan model Belanda, dalam jarak enam derajat dari garis khatulistiwa dan di permukaan laut. Sungai tersebar di kota dalam bentuk kanal yang indah namun kemudian kehilangan arusnya, mengendapkan sedimennya yang melimpah, dan menimbulkan penyakit malaria,” tulis Crawfurd dalam A Descriptive Dictionary of the Indian Islands & Adjacent Countries.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















