top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

15 Januari 1932: Malaise Membuat Belanda Masuk Kampung

Krisis ekonomi dunia berdampak pada kehidupan orang-orang Belanda. Mereka menganggur dan melarat di kampung-kampung.

15 Jan 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Potret kelompok warga di sebuah kampung. (Geheugen Delpher).

Malaise atau depresi ekonomi yang melanda dunia, tak terkecuali Hindia Belanda, berimplikasi terhadap banyaknya orang Belanda yang ramai-ramai masuk ke perkampungan.


Lesunya ekonomi dunia telah mengubah pola kehidupan orang-orang Belanda. Namun demikian, orang-orang Belanda dari golongan atas tampak tenang seolah tak terdampak.


Beragam persoalan akibat depresi ekonomi antara lain tingginya angka pengangguran, kemelaratan ekonomi, dan naiknya kriminalitas. Harga hasil ekspor mengalami penurunan dan gaji-gaji buruh dipotong menjadi gambaran lain kelesuan ekonomi Hindia Belanda masa itu.

 


Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia Jilid V: Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Hindia Belanda disebutkansepanjang tahun 1931–1936 tercatat angka pengangguran di kalangan Eropa terus mengalami kenaikan.


Pada November 1931 misalnya, pengangguran orang-orang Eropa mencapai 2.042 orang, naik dari 1.822 orang pada Januari 1931. Keadaan ini telah menampilkan buruknya peraturan-peraturan perusahaan besar milik orang Eropa.


Setiap tahun mereka memiliki keuntungan besar, uang-uang persediaan juga banyak. Namun, jika pendapatannya berkurang sedikit, mereka segera melepas buruh-buruh asal negerinya. Agar terus memperoleh keuntungan, para pengusaha Eropa sering kali mengganti buruh-buruhnya dengan orang-orang pribumi yang lebih murah. 



Orang-orang Belanda yang terdampak meninggalkan kota dan masuk ke perkampungan. Surat kabar Bintang Timoer,15 Januari 1932 mengabarkan, baik laki-laki maupun perempuan, segala usia tua dan muda, berperilaku baik maupun tidak baik, mereka umumnya berasal dari kalangan “kurang baik” yang sengaja datang ke kampung. Hal ini membuat keamanan kampung terancam.


Koresponden De Indische Courant berkebangsaan Belanda yang sempat bermukim di Lawang (kini wilayah di Kabupaten Malang) menceritakan, orang-orang Belanda yang masuk ke kampung-kampung tak sedikit yang hidupnya melarat. Anak-anak Belanda bersekolah di desa-desa yang bercampur dengan anak-anak pribumi. Ia khawatir tumbuh kembang anak-anak Belanda jatuh ke tangan orang-orang yang tidak baik dan tidak bertanggung jawab. 



Oleh karena itu, ia mengusulkan agar dibuat aturan yang membolehkan mengambil anak-anak Belanda dari orang tuanya dan dibawa keluar kampung. Hal ini terkait dengan dampak jangka panjang yang dialami anak-anak Belanda tersebut.


Meskipun ada segelintir orang Belanda yang dapat berbaur dengan masyarakat kampung,namun banyak di antara mereka yang bersikap kasar dan menyusahkan seperti menggertak, tidak membayar kopi dan barang-barang di warung.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Demam Telenovela di Indonesia

Demam Telenovela di Indonesia

Bermula dari sandiwara radio di Kuba, revolusi membuka jalan alih wahana radionovela menjadi telenovela. Sinema Amerika Latin ini menyebar ke berbagai negara termasuk membanjiri layar kaca Indonesia.
Kisah Wanita Paling Mematikan di Italia

Kisah Wanita Paling Mematikan di Italia

Produk kecantikan yang digandrungi perempuan Italia ini ternyata racun yang diramu oleh perempuan paling mematikan.
Virus Nipah yang Bikin Resah

Virus Nipah yang Bikin Resah

Kasusnya pertamakali muncul di peternakan-peternakan babi di Malaysia tiga dekade silam. Lebih dari satu juta babi sampai dimusnahkan untuk menyetop penyebarannya.
Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian III–Habis)

Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian III–Habis)

Teuku Hamid Azwar memimpin CTC yang punya gedung tertinggi di Jakarta hingga turut membangun Sarinah. Pernah dua kali menolak kursi menteri Sukarno.
Ilmuwan Perang Dunia II dalam Pengembangan AI

Ilmuwan Perang Dunia II dalam Pengembangan AI

Alan Turing dikenal sebagai ilmuwan yang berperan dalam kemenangan Sekutu di Perang Dunia II. Gagasannya mengenai mesin cerdas menjadi awal pengembangan kecerdasan buatan.
bottom of page