top of page

Salim Said Bicara Tentang Tiga Tokoh Pers

Rosihan arogan, Mochtar Lubis tidak bisa kompromi, dan B.M. Diah kaya sendiri. Demikian menurut Salim Said.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sakim Said (berdiri) bersama Rosihan Anwar (duduk), 1988. (Repro Dari Gestapu ke Reformasi: Sejumlah Kesaksian).

  • 20 Mei 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 10 Mei

PERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) pecah dalam kongres di Palembang tahun 1970. Pengurus pusat PWI terbagi antara kubu B.M. Diah dan Rosihan Anwar. Santer rumor beredar perpecahan itu digalang Operasi Khusus (Opsus) pimpinan Brigjen Ali Moertopo yang ingin menguasai masyarakat wartawan lewat Diah. Sekelompok wartawan muda lebih pro kepada Rosihan. Mereka kemudian berontak dengan melakukan unjuk rasa dari rumah Menteri Penerangan Boediarjo sampai ke Balai Budaya.


Salah satu wartawan muda yang ikut aksi demo itu adalah Salim Said dari koran Angkatan Bersendjata. Rosihan turut hadir dalam momen yang sama. Dalam mimbar bebas, Salim Said berbicara di hadapan rekan-rekan wartawan membela Rosihan. Entah mengapa, Rosihan tiba-tiba malah menghardik Salim Said. Hardikan itu sangat membekas dalam hati Salim karena bersifat sangat pribadi dan agak berbau rasis.


“Semua yang hadir dalam pertemuan itu sempat terdiam sejenak. Saya sangat sedih, kecewa dan marah. Tapi, saya menahan marah dengan diam,” kenang Salim Said dalam Dari Gestapu ke Reformasi: Sejumlah Kesaksian.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
Dalam perjalanan menuju Belanda, Ki Hajar Dewantara yang semangat perjuangannya belum padam, menulis surat untuk teman-temannya agar terus menolak perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda.
Dalam perjalanan menuju Belanda, Ki Hajar Dewantara yang semangat perjuangannya belum padam, menulis surat untuk teman-temannya agar terus menolak perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Lilik Sudjio menggarap film pahlawan super, komedi, hingga mistik. Sutradara terbaik yang kurang dilirik.
Lilik Sudjio menggarap film pahlawan super, komedi, hingga mistik. Sutradara terbaik yang kurang dilirik.
transparant.png
bottom of page