top of page

Rosihan Tidur Berbantalkan Granat

Sepanjang perjalanan ke Yogyakarta, Rosihan Anwar menjadikan sebuah besek sebagai alas tidur. Tak dinyana, isi besek itu ternyata bahan peledak.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 26 Mar 2020
  • 2 menit membaca

Setelah bertolak dari Makassar usai meliput Konferensi Malino, (Juni 1946) wartawan Merdeka, Rosihan Anwar menuju Yogyakarta. Dari Jakarta, Rosihan bersama Soedjatmoko, pemimpin redaksi Het Inzicht menumpang kereta api barang. Mereka duduk di bangku panjang yang melekat ke dinding gerbong.


Di Krawang, kereta api berhenti. Beberapa pemuda anggota laskar rakyat naik sambil menenteng senjata dan ranselnya. Walaupun berdesak-sesakan, mereka dapat juga duduk. Masuk Cikampek, penumpang bertambah lagi. Tampak sekumpulan pemuda yang memakai kaplaars dengan pistol di pinggang memenuhi gerbong. Semuanya juga hendak ke Yogya, ibu kota sementara Republik Indonesia. 


Perjalanan panjang itu membutuhkan waktu sehari semalam. Rosihan pun kelelahan. Dia mencari cara agar tidur dengan nyaman. Terbersitlah ide untuk menjadikan rak barang yang ada di atas bangku dekat langit-langit gerbong sebagai tempat tidur. Lagi pula, Rosihan bertubuh kurus dan ramping sehingga tidak sulit nyempil di ruang sempit itu.


Setelah menyelinap ke rak barang, Rosihan membentangkan segulung tikar sembahyang yang di bawanya dari Makassar sebagai alas. Tapi dia butuh bantal untuk sandaran kepala. Tidak jauh dari tumpukan barang, rupanya ada sebuah besek (keranjang kecil berbahan bambu dan berbentuk segi empat) . Rosihan menarik besek itu dijadikannya bantal. Pas!   

   

“Ada bantal, ada guling mengalang punggung, apa lagi yang kurang? Kereta api makin keras getarannya, tetapi saya sudah lama terlelap nyenyak,”kenang Rosihan dalam Musim Berganti: Sekilas Sejarah Indonesia 1925—1950.


Keesokan pagi, cahaya mentari menembusi jendela gerbong. Rosihan terjaga dengan tubuh yang lebih segar. Dia turun dari rak barang dan kembali duduk di bangku. Sejurus kemudian, seorang penumpang menyapa Rosihan.


“Bisa tidur?” tanya si penumpang seraya tersenyum.


“Nyenyak,” sahut Rosihan.


“Beruntung,” kata si penumpang lagi.


Rosihan dengan santai mengatakan tidurnya nyenyaknya lantaran ada bantal dari besek dan juga tikar sembahyang yang beralih fungsi jadi guling. Mungkin karena ingin mengucapkan terimakasih, Rosihan menyakan siapa yang empunya besek itu.


“Punya kami,” jawab seorang anggota laskar.


“Apa isinya yah?” tanya Rosihan.


“Sedikit pakaian dalam, tetapi di bawahnya ada granat,” jawab si laskar.


“Granaaatt…?” tanya Rosihan terbelalak.


“Ya, granat kami,” ujar anggota laskar itu dengan tenang.


“Waduh, Masya Allah,” kata Rosihan. Bibirnya gemetar.


Anggota laskar yang menyaksikan Rosihan panik itu pun tertawa. Menurut Rosihan mereka bukannya sembrono menaruh bahan peledak. Namun bagi para laskar yang terbiasa berpindah front pertempuran sambil membawa senjata, maka cara begitu sudah lumrah.


Menyadari dirinya baru saja selamat dari ledakan granat, Rosihan terhenyak dalam lamunan. Pikirnya, “Andai kata salah satu granat itu terlepas pinnya, maka pasti benak saya menjadi bubur bertebaran dan kembali ke hadirat ilahi.” 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
transparant.png
bottom of page