top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Bambang Utoyo, KSAD Bertangan Satu

Saat dilantik menjadi KSAD, satu tangan Bambang Utoyo sudah tak sempurna dan menjadi sorotan. Buah dari era Perang Kemerdekaan.

Oleh :
Historia
10 Des 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Bambang Utoyo dilantik Presiden Sukarno menjadi KSAD di aula Istana Negara, 27 Juni 1955. (ANRI).

Diperbarui: 2 Jan

TANPA boikot dari banyak petinggi teras Angkatan Darat pun, perban putih di bagian ujung kanan tangan Kolonel Bambang Utoyo yang tampak dalam upacara pelantikannya sebagai orang nomor satu di Angkatan Darat (KSAD) sudah menimbulkan kepiluan. Di dalam balutan perban putih itu, tersembunyi bekas luka sisa operasi amputasi di masa gerilya. Apalagi bila ditambah dengan suasana ganjil akibat boikot sejumlah petinggi teras Angkatan Darat, “penderitaan” yang dialami Bambang Utoyo kian bertambah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian I)

Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian I)

Teuku Abdul Hamid Azwar berasal dari keluarga bangsawan Aceh. Mengagumi Sukarno membuatnya dikeluarkan dari sekolah Belanda. Ia kemudian mengulik strategi militer Jepang.
Tukang Jahit Jadi Raja

Tukang Jahit Jadi Raja

Larantuka yang kehilangan raja membuat seorang tukang jahit jadi raja.
The Legacy of the Colonial Gas Network

The Legacy of the Colonial Gas Network

After being halted due to the war, the Dutch gas company resumed its operations but was later nationalized by the Indonesian government. What is the fate of this colonial legacy?
Sumitro Djojohadikusumo Ingin BNI Jadi Bank Sentral

Sumitro Djojohadikusumo Ingin BNI Jadi Bank Sentral

Sumitro Djojohadikusumo sebagai ketua komisi ekonomi dalam KMB ingin BNI menjadi bank sentral. Namun, De Javasche Bank yang ditetapkan sebagai bank sentral untuk melancarkan pembayaran utang Indonesia kepada Belanda.
Juragan Tembakau dari Parakan

Juragan Tembakau dari Parakan

Rumah keluarga Siek di Parakan menyimpan kejayaan masa lalu dalam perdagangan gambir hingga tembakau di Jawa.
bottom of page