top of page

Anak-anak Nonton Film di Zaman Kolonial Belanda

Seiring dengan munculnya bioskop, menonton film menjadi hiburan yang digemari anak-anak. Namun, film-film action yang dipenuhi adegan kekerasan dikhawatirkan berpengaruh pada anak-anak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana salah satu bioskop di Malang pada tahun 1950. (Lex de Herder/Nederlands Fotomuseum/geheugen.delpher.nl).

12 Jul 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul

DI AWAL kemunculannya di Hindia Belanda pada penghujung abad ke-19, film telah menarik perhatian banyak orang,tak hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak. Kala itu, film yangdisebut gambar idoep ditayangkan di bioskop yang lokasinya berpindah-pindah. Tak jarang pemutaran film dilakukan di ruang terbuka hingga melahirkan istilah bioskop misbar (gerimis bubar). Sementara bioskop permanen mulai muncul di beberapa kota pada periode awal abad ke-20.


Menurut M. Sarief Arief dalam Politik Film di Hindia Belanda, ketika itu film telah menjadi sarana hiburan yang diminati oleh penduduk lokal. Salah satu pemicunya yakni meningkatnya kebutuhan akan tempat hiburan saat malam hari. “Pada setiap malam Minggu pertemuan remaja pria dan wanita sering diadakan yang dilanjutkan dengan acara menonton pertunjukan film di bioskop,” tulis Arief.


Guna menjaring lebih banyak penonton dari berbagai kalangan dan kelompok umur, sejumlah bioskop mengadakan pertunjukan khusus untuk anak-anak. Biasanya pertunjukan itu diselenggarakan seminggu sekali dengan harga tiket masuk lebih murah dan sudah termasuk tiket pendampingnya. Bahkan, sebuah bioskop di Sidoarjo pernah memberikan hadiah hiburan gratis menonton film bagi murid-murid sekolah. Murid yang berhasil meraih peringkat tertinggi mendapat tempat duduk kelas VIP.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
 Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Kengerian dan kejenakaan berpadu dalam adegan-adegan intrik di seputar kematian Stalin.
Kengerian dan kejenakaan berpadu dalam adegan-adegan intrik di seputar kematian Stalin.
Semangat dan buah pikirannnya masih relevan di masa kini.
Semangat dan buah pikirannnya masih relevan di masa kini.
Wolverine tak pernah muncul dengan kostum orisinil di layar lebar. Film “Deadpool & Wolverine” menghadirkannya untuk kali pertama dalam 24 tahun.
Wolverine tak pernah muncul dengan kostum orisinil di layar lebar. Film “Deadpool & Wolverine” menghadirkannya untuk kali pertama dalam 24 tahun.
Setidaknya ada sebelas pemain dunia yang pernah menjajal akting. Berikut lima di antaranya.
Setidaknya ada sebelas pemain dunia yang pernah menjajal akting. Berikut lima di antaranya.
transparant.png
bottom of page