top of page

Jenderal Yani Memiting Anaknya

Alih-alih merangkul, Ahmad Yani malah memiting anaknya untuk membentuk mental yang tangguh.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ahmad Yani bersama istri dan anak-anaknya, Untung, anak ketujuh, tampak dipangku oleh Yani. (Repro Profil Seorang Prajurit TNI).

20 Sep 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 5 Jun

LEMA “piting” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti apit atau jepit (dengan kaki atau lengan). Kata ini kemungkinan diserap dari sifat hewan kepiting, yang memiliki capit untuk menangkap dan memakan mangsanya. Kata "piting" juga biasanya akrab di arena gulat sebagai jurus untuk mengunci atau membuat lawan tidak mampu bergerak.


Kata “dipiting” baru-baru ini jadi viral usai Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyerukannya di hadapan jajaran prajurit TNI menyikapi kerusuhan di Pulau Rempang. Bermula dari instruksi Yudo kepada komandan satuan bawahan untuk memiting pelaku kerusuhan di sana. Sebenarnya Yudo bermaksud agar prajuritnya tidak menggunakan senjata atau kekerasan. Tapi, barangkali dia tidak menemukan kata yang tepat, sehingga terlontarlah kata “dipitingi aja satu-satu.”


Atas ucapan blundernya itu, Yudo mengaku salah dalam bertutur kata. Dia mengaku, waktu kecil suka bermain piting-pitingan dengan kawannya. Dia pun meminta maaf atas pernyataannya yang sempat menghebohkan publik itu. Permintaan maaf Yudo sekaligus mementahkan klarifikasi dari Kepala Pusat Penerangan TNI, yang menerangkan maksud kata dipiting adalah merangkul.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page