- 20 Sep 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 5 Jun
LEMA “piting” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti apit atau jepit (dengan kaki atau lengan). Kata ini kemungkinan diserap dari sifat hewan kepiting, yang memiliki capit untuk menangkap dan memakan mangsanya. Kata "piting" juga biasanya akrab di arena gulat sebagai jurus untuk mengunci atau membuat lawan tidak mampu bergerak.
Kata “dipiting” baru-baru ini jadi viral usai Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyerukannya di hadapan jajaran prajurit TNI menyikapi kerusuhan di Pulau Rempang. Bermula dari instruksi Yudo kepada komandan satuan bawahan untuk memiting pelaku kerusuhan di sana. Sebenarnya Yudo bermaksud agar prajuritnya tidak menggunakan senjata atau kekerasan. Tapi, barangkali dia tidak menemukan kata yang tepat, sehingga terlontarlah kata “dipitingi aja satu-satu.”
Atas ucapan blundernya itu, Yudo mengaku salah dalam bertutur kata. Dia mengaku, waktu kecil suka bermain piting-pitingan dengan kawannya. Dia pun meminta maaf atas pernyataannya yang sempat menghebohkan publik itu. Permintaan maaf Yudo sekaligus mementahkan klarifikasi dari Kepala Pusat Penerangan TNI, yang menerangkan maksud kata dipiting adalah merangkul.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















