top of page

Jenderal Yani Memiting Anaknya

Alih-alih merangkul, Ahmad Yani malah memiting anaknya untuk membentuk mental yang tangguh.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 20 Sep 2023
  • 2 menit membaca

Lema “piting” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti apit atau jepit (dengan kaki atau lengan). Kata ini kemungkinan diserap dari sifat hewan kepiting, yang memiliki capit untuk menangkap dan memakan mangsanya. Kata "piting" juga biasanya akrab di arena gulat sebagai jurus untuk mengunci atau membuat lawan tidak mampu bergerak.


Kata “dipiting” baru-baru ini jadi viral usai Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyerukannya di hadapan jajaran prajurit TNI menyikapi kerusuhan di Pulau Rempang. Bermula dari instruksi Yudo kepada komandan satuan bawahan untuk memiting pelaku kerusuhan di sana. Sebenarnya Yudo bermaksud agar prajuritnya tidak menggunakan senjata atau kekerasan. Tapi, barangkali dia tidak menemukan kata yang tepat, sehingga terlontarlah kata “dipitingi aja satu-satu.”


Atas ucapan blundernya itu, Yudo mengaku salah dalam bertutur kata. Dia mengaku, waktu kecil suka bermain piting-pitingan dengan kawannya. Dia pun meminta maaf atas pernyataannya yang sempat menghebohkan publik itu. Permintaan maaf Yudo sekaligus mementahkan klarifikasi dari Kepala Pusat Penerangan TNI, yang menerangkan maksud kata dipiting adalah merangkul.  



Berbicara soal piting-memiting, Jenderal Ahmad Yani juga pernah memiting orang. Tak tanggung-tanggung, yang dia piting adalah anaknya sendiri. Cerita ini dikisahkan langsung oleh putri ketiga Yani, Amelia Yani, yang menulis biografi ayahnya Profil Seorang Prajurit TNI.


Pada paruh kedua 1950, Yani beserta keluarganya pindah ke Jakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan staf dan komando di Amerika tahun 1956, Yani bertugas di Markas Besar Angkatan Darat (MBAD). Semula Yani menjabat Asisten IV KASAD, kemudian naik menjadi Deputi I.


Keluarga Yani tinggal di Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka bertetangga dengan keluarga Rukmito Hendraningrat. Saat itu, Yani dan Rukmito sama-sama berpangkat letnan kolonel. Rukmito bertugas sebagai komandan operasi Kodam Merdeka di Sulawesi Utara. Karena bertetangga, anak-anak Yani dan Rukmito berkawan karib dan sering main bareng.



Sekali waktu, Untung, anak ketujuh dalam keluarga Yani, bermain dengan Yanto, putra tertua Rukmito. Namanya juga bocah, di tengah permainan mereka terlibat perkelahian. Karena Untung lebih kecil, dia kalah dan menangis. Untung menangis sejadi-jadinya.


“Ketika Bapak tahu, Bapak tidak suka melihat anak laki-lakinya menangis. Pulang dari kantor, Bapak mengajak Untung berkelahi, memiting, menjotos dan lain-lain,” tutur Amelia.


Setelah memberikan “pelajaran”, Yani memerintahkan Untung untuk kembali duel dengan Yanto keesokan harinya. Dan benar saja. Gantian Yanto yang menangis dibikin Untung. Begitulah cara Yani membentuk mental anak-anaknya.


Menurut Amelia, Yani bukanlah orang yang keras wataknya. Yani, kenang Amelia, jarang sekali marah, bahkan hampir tidak pernah. Meski begitu, ada kalanya pula Yani bersikap tegas atau menghukum anak-anaknya bila perlu.



Karier militer Yani sendiri terus melesat hingga mencapai pucuk pimpinan Angkatan Darat (AD). Pada pertengahan 1962, Presiden Sukarno menunjuk Yani sebagai Kepala Staf Angkatan Darat yang kemudian berganti sebutan menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat (Menpangad). Jabatan itu terus diemban Yani hingga akhir hayatnya pada 1965. Dia menjadi korban dalam Gerakan 30 September (G30S) 1965. Setelahnya, pemerintah menganugerahi Yani gelar Pahlawan Revolusi bersama enam perwira AD lain yang turut menjadi korban.  

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
transparant.png
bottom of page