top of page

Profil Pahlawan Revolusi: Ahmad Yani, Jenderal Brilian Pilihan Sukarno yang Berakhir Tragis

Selepas pengakuan kedaulatan, kecakapan Yani kembali diuji dengan tugas mengatasi pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah pada 1952.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Ahmad Yani. (Betaria Sarulina. /Historia.id)

30 Sep 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 19 Jun

“Lebih baik bermandi keringat di medan latihan daripada mandi darah di medan pertempuran.” Itulah pernyataan populer dari Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi yang gugur di tangan sekelompok petualang militer pada dini hari 1 Oktober 1965.


Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani lahir di Purworejo, Jawa Tengah, pada 19 Juni 1922 dari pasangan Sarjo bin Suharyo dan Murtini. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Bogor pada 1935, Yani masuk Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah setingkat sekolah menengah pertama, di Bogor. 


Lulus dari MULO pada 1938, Yani melanjutkan pendidikan ke Algemeene Middelbare School (AMS), setara dengan sekolah menengan atas, di Jakarta. Yani hanya menjalani pendidikan hingga kelas dua di AMS karena ada kewajiban mengikuti pendidikan militer dari pemerintah Hindia Belanda. Yani pun mengikuti pendidikan militer di Dinas Topografi Militer, Malang dan kemudian mengikuti sekolah militer lanjutan di Bogor. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
Menghilangkan image jemu dalam pengajaran sejarah.
Menghilangkan image jemu dalam pengajaran sejarah.
Tradisi Boxing Day dalam sepakbola Inggris sudah mendarah daging. Italia coba menjajalnya namun gagal total.
Tradisi Boxing Day dalam sepakbola Inggris sudah mendarah daging. Italia coba menjajalnya namun gagal total.
Meski bertangan buntung, pemain ini membawa negaranya menjuarai Piala Dunia.
Meski bertangan buntung, pemain ini membawa negaranya menjuarai Piala Dunia.
Pelatih veteran yang gemilang di Afrika hingga dijuluki Dukun Putih. Namun, dia apes saat empat kali bersua timnas Indonesia.
Pelatih veteran yang gemilang di Afrika hingga dijuluki Dukun Putih. Namun, dia apes saat empat kali bersua timnas Indonesia.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Korupsi termasuk dalam tindak kriminal purba. Perlu kemauan politik dari pemerintah untuk memberantas kejahatan luar biasa ini.
Korupsi termasuk dalam tindak kriminal purba. Perlu kemauan politik dari pemerintah untuk memberantas kejahatan luar biasa ini.
transparant.png
bottom of page