Diperbarui: 8 Okt
HUNIAN nyaman dan terjangkau tentu menjadi idaman semua orang. Itulah sebabnya pemerintah dari masa ke masa selalu mencanangkan program perumahan masyarakat. Berkelindan dengan harga rumah yang angkanya selalu naik setiap tahun.
Menilik sejarahnya, gagasan pembiayaan rumah murah dirintis pada pertengahan 1970-an. Persisnya saat memasuki masa Rencana Pembangunan Lima Tahun (Pelita) II periode 1974-1979. Presiden Soeharto mulai menaruh perhatian pada sektor perumahan karena pada Repelita sebelumnya lebih difokuskan untuk kebutuhan dasar seperti pangan dan sandang.
Pembangunan perumahan, menurut Soeharto, bukan sekadar perkara tempat tinggal. Tetapi, rumah juga menjadi tempat pembentukan watak dan jiwa melalui keluarga. Itulah yang dinyatakan presiden ketika meresmikan pabrik pengolahan kayu Suria Kencana di Cibadak, Sukabumi, pada 2 Agustus 1975.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















