Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Kegagalan Khubilai Khan di Jawa

Ambisi Khubilai Khan menaklukkan berbagai kerajaan tak terhentikan. Namun, di Jawa, dia menemui kegagalan.
 
Khubilai Khan (1215-1294), kaisar Dinasti Yuan.
Foto
Historia
pengunjung
254.3k

PENAKLUKKAN Dinasti Song pada 1279 oleh tentara Mongol di bawah perintah Khubilai Khan membuat seluruh Tiongkok tunduk di bawah bendera Dinasti Yuan. Mungkin itu menjadi kesuksesan militer terbesar, sekaligus terakhir bagi Kekaisaran Mongol.

Kendati demikian, hal itu masih selangkah lagi menuju ambisi utama Khubilai Khan, yaitu membuat dunia mengakui kejayaannya. “Tak ada alasan khusus kenapa harus menaklukkan suatu negara. Ia hanya harus melakukannya,” kata sejarwan Inggris, John Man dalam Kublai Khan.

Khubilai Khan bukannya jenius secara intelektual. Tapi dia punya kemampuan, yang menurut John Man, sebagai CEO terbaik sepanjang masa. Dia mewarisi kemampuan mengorganisir dari kakeknya, Jenghis Khan. Ketika kakaknya, Mongke Khan berkuasa, dia dikirim ke selatan untuk menundukkan kerajaan Nan Chao di Yunan. Pada 1253 dia berhasil menguasai seluruh dataran tinggi Yunan sampai Hanoi.

Setelahnya, Khubilai Khan menghajar wilayah utara di mana pusat pemerintahan Dinasti Sung berada. Pada 1259, dia menyeberangi Sungai Yang Tse untuk kemudian menyerang Wu Tsyang. Di tengah ekspedisinya itu, Mongke Khan, Khan ke-4, wafat. Dia mengajukan gencatan senjata dan kembali pulang untuk ikut pemilihan Khan menggantikan kakaknya. Namun, dia takut tak dipilih. Akhirnya, dia memerintahkan para jenderalnya untuk mengangkatnya sebagai Khan di perbatasan Tiongkok-Mongolia.

“Orang-orang Mongolia banyak yang tak suka kepadanya. Sikap dan tindak tanduk Khubilai sudah setengah Cina,” tulis Slamet Muljana dalam Menuju Puncak Kemegahan.

Setelah menjadi Khan pada 1260, dia melanjutkan ambisinya. Dia merebut kota Hu pei, Syiang-yang, dan Fan syeng; mengepung kota Hang tsju; dan menghajar pengikut Dinasti Sung yang masih bertahan di Kanton. Raja mahkotanya melarikan diri ke lautan. Namun, pada 1275, armadanya berhasil dihancurkan. Dengan begitu, patahlah seluruh kekuatan Tiongkok. Dia memindahkan ibukota Mongolia ke Beijing. Dinastinya dia namai Yuan.

Praktis sejak kekuasaan Jenghis Khan, kekaisaran Mongolia memperluas daerah jajahannya ke barat sampai Eropa. Seluruh daratan Asia dikuasai. Ini pun mengakibatkan kekuasaan mutlak atas lautan. Akibatnya, kapal-kapal dagang Tiongkok menguasai perniagaan laut dari Tiongkok hingga Arabia.

John Man memuji sang kaisar sebagai orang yang pandai menilai karakter. Seperti kakeknya, dia mempekerjakan orang-orang yang dia anggap lebih pandai darinya.

Dia tak ragu menempatkan orang-orang di sekelilingnya dari asal-usul yang berbeda. Pedagang muslim misalnya, diangkat sebagai administrator keuangan. Dia juga mempekerjakan 66 orang Uighur. Dua puluh satu di antaranya menjadi pejabat daerah yang menduduki distrik-distrik di Cina. Sementara beberapa lainnya bertugas mengajar para pangeran keluarga kerajaan.

Namun, kata John Man, petualangan berikutnya, seperti di Jepang, Burma, Vietnam, dan Jawa justru menunjukkan betapa ambisinya itu bisa menjadi sia-sia. Ekspedisi ke negara-negara itu setidaknya memberikannya pelajaran bahwa dia telah mencapai batasnya.

“Tapi dia menolak belajar,” tulis John Man.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Khubilai Khan (1215-1294), kaisar Dinasti Yuan.
Foto
Khubilai Khan (1215-1294), kaisar Dinasti Yuan.
Foto