top of page

Sardjito Memimpin Institute Pasteur

Di bawah kepemimpinan Sardjito, Institute Pasteur berperan dalam menyediakan obat-obatan dan vaksin bagi para pejuang kemerdekaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Prof. Dr. dr. Sardjito. (Dok. Keluarga Sardjito).

16 Apr 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 5 Mei

PADA akhir Agustus 1945, lembaga penelitian vaksin dan obat-obatan milik pemerintah Hindia Belanda, Institute Pasteur, diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Laboratorium, karyawan, serta berbagai perangkat termasuk hasil penelitian, diserahkan kepada Kementerian Kesehatan. Lembaga yang berperan dalam penelitian medis semasa krisis kesehatan di Hindia Belanda ini tetap berfungsi sebagai lembaga penelitian dan produksi obat-obatan.


Ketika pemerintah mengambil alih Institute Pasteur, kursi pimpinan di sana masih kosong. Pemimpin sebelumnya, Matsura Kakka dari Jepang, meninggalkan jabatannya begitu mengetahui pemerintahannya menyerah kepada Sekutu. Setelah Matsura Kakka angkat kaki, kepemimpinan sementara di lembaga itu dipegang oleh dr. R. Moh. Saleh, bekas dokter pasukan PETA Bandung. Hal itu dilakukan guna menjaga Institute Pasteur agar tidak diduduki oleh tentara Sekutu.


Menteri Kesehatan Boentaran Martoatmodjo lalu mengirim surat kepada Sardjito, kepala laboratorium Institute Pasteur di Semarang, Jawa Tengah, untuk mengambil alih kepemimpinan Institute Pasteur pusat di Bandung. Sardjito mengemban tugas sebagai kepala Institute Pasteur pada akhir September 1945.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Ini cerita dari negeri studi banding. Lakonnya soal Palang dan Bulan.
Ini cerita dari negeri studi banding. Lakonnya soal Palang dan Bulan.
34 tahun lalu, komandan Kopassus ini telah mengatakan mungkin di masa datang Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan.
34 tahun lalu, komandan Kopassus ini telah mengatakan mungkin di masa datang Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan.
Bantuan ekonomi seperti pemenuhan kebutuhan pokok, garam, gula, dan minyak menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Ibu.
Bantuan ekonomi seperti pemenuhan kebutuhan pokok, garam, gula, dan minyak menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Ibu.
transparant.png
bottom of page