top of page

Raja Ikut Pemilu

Kendati menjadi anggotanya, Radja Keprabonan tidak suka nama Konstituante. Dia menolak perempuan di lembaga tersebut.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 27 Jun 2023
  • 3 menit membaca

Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) pada 15 Juni 2023, sistem proporsional tertutup yang diupayakan untuk diadopsi dalam pemilu pun kembali “tenggelam”. Sistem dengan wewenang besar pada partai politik itu merupakan sistem yang diadopsi sejak lama dalam pemilu di Indonesia.


Sistem proporsional tertutup digantikan sistem proporsional terbuka dalam Pemilu 2004. Sejak sistem proporsional terbuka diterapkan, siapapun warga negara Indonesia yang sudah memenuhi syarat bisa mencalonkan diri menjadi anggota legislatif ataupun kepala pemerintahan daerah. Maka panggung politik pun makin berwarna. Banyak calon anggota legislatif dan calon kepala pemerintahan daerah kemudian diduduki orang-orang yang sebelumnya “di luar” politik, seperti artis atau selebritis. Ada yang berhasil, banyak pula yang mentok di calon.


Namun, warna-warni dalam pemilu sejatinya telah ada sejak pemilu pertama di Indonesia, Pemilu 1955. Beberapa kandidat dalam Pemilu 1955 merupakan perorangan yang unik. Ada seorang bekas pejuang dari Muna bernama La Ode Idrus Effendi (1925- 1965), seorang guru kebatinan di Jawa Timur bernama Soedjono Prijosoedarso, dan bangsawan dari Keraton Kaprabonan Cirebon yang dikenal sebagai Radja Keprabonan. Ketiganya berhasil masuk ke kursi Konstituante.



Radja Keprabonan merupakan bangsawan dari Kaprabonan, Cirebon yang lahir pada 31 Desember 1902. Dengan pendidikannya lulusan MULO (setara SMP), ia punya banyak pengalaman kerja seperti juru tulis, kapelmester, pembantu advokat di masa kolonial Belanda hingga kepala Djawatan Penerangan Karesidenan Cirebon sekaligus pegawai Bagian Penerangan Palang Merah di Cirebon di republik. Modal pengalaman itu mendorongnya terjun ke kancah politik dan mencalonkan diri dalam Pemilu 1955.


Dengan 33.660 suara yang diperoleh dalam Pemilu 1955, Radja Keprabonan mendapat satu kursi di Konstituante. Basis pemilihnya berada di sekitar Kabupaten Cirebon.


Selama duduk di Konstituante, Radja Keprabonan termasuk anggota yang vokal. De Preangerbode edisi 8 Juni 1957 memberitakan, Radja Keprabonan menginginkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dikedepankan. Selain itu, penggunaan istilah-istilah asing dalam konstituante sebaiknya dihindari agar tidak menimbulkan kesulitan di kalangan penduduk desa. Sehubungan dengan itulah Radja Keprabonan tidak sreg dengan nama Konstituante. Ia pun menyarankan untuk mengganti nama Konstituante dengan nama dalam bahasa Indonesia saja.



Meski vokal, Radja Keprabonan tipikal konservstif. Menurut Adnan Buyung Nasution dalam The Aspiration for Constitutional Government in Indonesia: A Socio-legal Study of the Indonesian Konstituante, 1956-1959, Radja mewakili pandangan umum masyarakat Indonesia yang patriarkis.


"Kala itu masih banyak orang yang menganggap perempuan tak perlu berperan serta dalam berpolitik dan banyak yang masih merasa perempuan itu kerjanya hanya mengurusi rumah tangga saja," tulis Buyung.


Radja tidak menyetujui pemimpin dari kaum perempuan. Dia punya alasan soal itu.

“Laki-laki itu yang memerintah perempuan karena mereka lebih mulia dan lebih cerdas. Laki-laki adalah pelindung perempuan,” kata Radja Keprabonan, terkutip dalam buku The Women's Movement in Postcolonial Indonesia yang disusun leh Elizabeth Martyn.


Kalimat sang raja tentu mengesalkan bagi gerakan perempuan yang sudah ikut berjuang dalam kemerdekaan Indonesia. Ratu Aminah dari partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) terpancing untuk bersuara. Apa yang dikatakan Radja Keprabonan dianggapnya sebagai penghinaan yang tak boleh lagi terjadi.



Sikap konservatif Radja Keprabonan ketika di Konstituante yang lain adalah mencerminkan ketidakberubahan kalangan bangsawan Cirebon. Menurut De Preangerbode, golongan ini tidak ingin anak-anak mereka pergi ke sekolah dan juga tidak ingin bekerja. Keterpurukan mereka kerap mereka kaitkan dengan sikap sultan yang hanya mementingkan kerabat terdekat dan kurang memperhatikan kerabat jauh mereka.


Radja Keprabonan sendiri bukanlah sultan Cirebon. Di Cirebon terdapat beberapa keluarga bangsawan yang terpecah-pecah. Ada Kesepuhan, Kanoman, dan juga ada Kaprabonan. Radja Keprabonan disebut-sebut punya gelar sebagai Pangeran Aruman. Suara Merdeka edisi 11 Desember 1956 menyebut bahwa istri dari Kolonel Zulkifli Lubis –dikenal sebagai “Bapak intelijen” yang menjadi wakil Kepala Staf Angkatan Darat pada awal 1950-an sebelum terlibat PRRI/Permesta– adalah keturunan dari Kaprabonan.


Radja Keprabonan menjadi anggota Konstituante dari 1955 hingga 1959 ketika Konstituante dibubarkan Sukarno lewat Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Setelah Konstituante bubar, kiprahnya tak diketahui lagi.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
transparant.png
bottom of page