top of page

IPKI: Ini Partai Kolonel Indonesia

AH Nasution cs. mendirikan Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) dan berharap didukung semua tentara. Namun, pada Pemilu 1955 lebih banyak tentara pilih PKI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Buku Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), "Tudjuh Tahun Melintas Masa 20 Mei 1954-20 Mei 1961" (Blog Koleksi Tempo Doeloe).

  • 23 Jun 2023
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 20 Mei

SETELAH Peristiwa 17 Oktober 1952, waktu Istana Merdeka dikepung meriam oleh Angkatan Darat (AD), Kolonel Abdul Haris Nasution dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Waktu itu AD belum sebesar sekarang hingga harus dipimpin seorang jenderal.


Nasution yang “nganggur” pun terjun ke dunia politik. Golongan yang hendak didekati dan dirangkul oleh Nasution adalah para bekas pejuang '45.  Setidaknya dua kawan tentara Nasution, yakni Kolonel Gatot Subroto dan Kolonel Azis Saleh, sepemikiran dan ikut bergabung. Lalu dia juga merangkul Hasjim Ning, pengusaha sekaligus keponakan Bung Hatta yang di masa Revolusi 45 pernah jadi Polisi Tentara (kini Polisi Militer).


Hasjim Ning dalam otobiografinya, Pasang Surut Pengusaha Pejuang mengatakan, pada waktu itu partai-partai politik memerlukan banyak uang untuk dana pemibayaan kampanye pemilihan umum yang akan berlangsung tahun depannya.


"Dan di kala itulah aku di-approach oleh A.H. Nasution yang telah diberhentikan dari jabatan ketentaraan. Alasannya sederhana saja dan mudah masuk akalku. Bahwa setelah selesai perang kemerdekaan banyak pejuang, baik yang TNI maupun tidak, telah ditelantarkan nasibnya setelah dipensiunkan atau dikeluarkan karena berlakunya rasionalisasi ke arah militer profesional," kata Hasjim Ning.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
An Italian general and national hero was commanding his ship when the Aceh War broke out. Alas, in the waters off Aceh, he contracted cholera and met his demise.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung sebagai perancang lambang Kostrad diakui secara resmi oleh Soeharto. Dia juga menjadi warga kehormatan Kostrad. Namun, setelah peristiwa 1965, jasanya seakan dilupakan.
bg-gray.jpg
Ketimbang D.N. Aidit atau Adam Malik, A.K. Jusuf pernah dianggap murid terpandai oleh Sutan Sjahrir. Riwayat pemuda impulsif itu berujung tragis pasca menculik sang mentor.
bg-gray.jpg
Saksi bisu perlawanan dari zaman ke zaman. Tempat singgah bagi aktivis.
Masyarakat lokal merespon pandemi influenza Flu Spanyol lewat arak-arakan, sesajen, dan ramuan jamu tradisional.
Masyarakat lokal merespon pandemi influenza Flu Spanyol lewat arak-arakan, sesajen, dan ramuan jamu tradisional.
Mengikuti jejak orangtuanya ke dunia seni, Coltrane dikenang dengan perannya sebagai Hagrid yang dicintai jutaan penggemar Harry Potter.
Mengikuti jejak orangtuanya ke dunia seni, Coltrane dikenang dengan perannya sebagai Hagrid yang dicintai jutaan penggemar Harry Potter.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
transparant.png
bottom of page