- 3 Nov 2021
- 5 menit membaca
Diperbarui: 8 Jul
IA mempertaruhkan nyawa demi mengambil video pembantaian massal di Santa Cruz dan sejumlah kekerasan pasca-jajakpendapat Timor-Leste. Ia juga meliput perang di El Salvador, perang sipil di Lebanon, dan konflik di Georgia, wilayah bekas Yugoslavia. Tapi, penyakit kankerlah yang pada 28 Oktober lalu menghentikan napas Max Stahl untuk selamanya dalam usia 66 tahun.
Pria ini sebenarnya punya nama lahir Max Christopher Wenner. Dia mulai menekuni kamera, jurnalistik, dan pertelevisian saat menjadi presenter untuk acara anak-anak di stasiun televisi BBC antara tahun 1978 hingga 1980. Tapi, pada awal 1990-an, saat pindah dari depan ke belakang kamera, ia mengubah namanya. Ia mengadopsi nama gadis ibunya, Stahl. Dunia pun lantas mengenalnya dengan nama Max Stahl.
Max lahir dari keluarga diplomat. Kakek dari pihak ibunya pernah menjabat diplomat Swedia, yang punya hak istimewa menjadi direktur Swedish Academy for the Nobel Prize selama lebih dari dua dekade. Ayahnya diplomat Swiss bernama Christopher Max Stahl Wenner. Ibunya berasal dari Prancis.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















