- 21 Feb 2013
- 2 menit membaca
Diperbarui: 04false09 GMT+0000 (Coordinated Universal Time)
MEMPERINGATI 71 tahun pendudukan Jepang di Timor Leste, Koalisi Jepang-Timor Timur mengajukan petisi untuk Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida yang mendesak penyelesaian masalah perbudakan seksual (ianfu) selama menjajah bumi Timor Lorosae.
“Pendudukan Jepang menyebabkan penderitaan yang luar biasa bagi orang-orang, dan satu masalah yang belum diselesaikan adalah keadilan bagi para korban perbudakan seksual militer atau disebut comfort women,” tulis Akihisa Matsuno dari Koalisi Jepang-Timor Timur dalam pengantar petisi yang diterima Historia.
Jepang menyerbu Timor Portugis –sekarang Timor Leste– pada 20 Februari 1942 dan mendudukinya selama tiga setengah tahun. Meski Jepang telah memberikan bantuan pembangunan untuk Timor Leste selama beberapa tahun, namun Jepang belum memenuhi tanggungjawabnya berkaitan dengan masalah iafu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















