top of page

Hajatan Copa América yang Sarat Sejarah

Turnamen internal Amerika Selatan lebih tua dari Piala Eropa. Sudah dua kali hajatannya dihelat di Amerika Utara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Argentina yang akan mempertahankan trofi juaranya di Copa América (copaamerica.com)

21 Jun 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 14 Sep

UNTUK kedua kalinya pesta sepakbola Amerika Selatan dihelat di Amerika Utara. Amerika Serikat (AS) jadi tuan rumah Copa América 2024 setelah pada 2016 juga menggelar hajatan sama. Negeri Paman Sam itu memenangi bidding tuan rumahnya pada 2022 menyingkirkan Ekuador dan Peru.


Gelaran Copa América edisi ke-48 –yang dihelat dari 20 Juni-14 Juli 2024 dan berbarengan dengan Euro 2024– itu merupakan kelanjutan dari kerjasama strategis antara konfederasi CONMEBOL (Amerika Selatan) dan Concacaf (Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia) dalam rangka peringatan centenario alias 100 tahun Copa América 2016 silam. Tidak hanya untuk kompetisi sepakbola putra tapi juga kompetisi putrinya.


“Kemitraan ini dimaksudkan untuk mendukung perkembangan sepakbola putra dan putri di (naungan) Concacaf dan CONMEBOL yang akan menjadi manfaat bersama untuk kedua konfederasi. Kami menantikan kerjasama ini untuk memastikan sepakbola di dua wilayah terus berjaya,” kata Presiden Concacaf Victor Montagliani di laman resmi Concacaf, 27 Januari 2023.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page