top of page

Taruna "Sakti" dari Timor

Dalam sebuah pertempuran jarak dekat, perwira asal Timor ini tak tertembak oleh tembakan yang dilepaskan patroli tentara Belanda. Dianggap sakti.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 7 Agu 2023
  • 2 menit membaca

Julius Henuhili merupakan satu dari sedikit putra asal Pulau Rote yang sukses berkarier di Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dengan pangkat terakhir letnan jenderal, Julius tentu pernah mendapatkan beragam penugasan dan menduduki bermacam jabatan dari yang rendah hingga yang tertinggi pangdam.


Kariernya dirintis usai tentara Belanda angkat kaki dari Bumi Pertiwi pada 1950. Sebagai perwira artileri anti serangan udara (ARSU), Julius dipercaya menjadi komandan batalyon ARSU dari 1952 hingga 1954. Dari sana penugasannya bergeser ke SUAD dan kemudian Komando Operasi Tinggi (KOTI). Menurut Harsya Bachtiar dalam Siapa Dia Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, pada 1962 hingga 1965 Julius dipercaya menjadi kepala Staf Komando Pertahanan Udara di Angkatan Darat.


Jabatan tertinggi Julius di matra darat adalah panglima Kodam Merdeka di Sulawesi Utara. Jabatan tersebut didudukinya dari Desember 1971 sampai Januari 1974. Julius kemudian ditugaskan menjadi Komandan Jenderal Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) dari Desember 1980-Juni 1983. Jabatan tersebut menjadi jabatan terakhirnya dalam dinas ketentaraan. Setelah itu, dia lima tahun “ikut” Jenderal M. Jusuf yang diminta memimpin Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) usai purnatugas dari ABRI.


Karier militer Julius yang panjang tentu tak dibangun dalam setahun-dua. Fondasinya telah dia rintis sedari belia di masa Perang Kemerdekaan. Di masa revolusi nasional itulah Julius masuk Akademi Militer Yogyakarta (AMY). Dia berhasil lulus pada 1948 sebagai angkatan pertama.



Dengan pangkat Letnan Dua yang disandangnya selepas lulus AMY, Julius ditugaskan ke Sumatra. Dia memilih Jambi sebagai tempat penugasannya. Sebagai putra dari Johana Sesah yang –menikah dengan Simon Henuhili, mantan serdadu KNIL– masih memegang teguh adat Timor, Julius dibekali sang ibu sarung Timor. Ke manapun dia pergi, sarung itu selalu dipakainya dengan cara dililitkan ke leher.


“Pada tanggal 19 Desember 1948, sekitar 01.30 dini hari rombonganku yang berangkat dengan pesawat udara Amphibi RI dengan copilot Harnoko, tiba dengan selamat pada pagi hari berikutnya di lapangan terbang Branti Tanjungkarang,” kenang Julius Henuhili dalam Bunga Rampai Perjuangan dan Pengorbanan I.


Jambi menjadi tempat Julius mengaplikasikan semua ilmu yang didapatnya di akademi sekaligus mengasah kemampuannya dengan ikut perang gerilya melawan Belanda. Suatu hari, ketika berada di daerah sekitar Bangko dan Rantaupanjang, Julius  bersama dua rekannya bertemu beberapa serdadu KNIL yang tak jauh jaraknya. Dua teman Julius langsung bersembunyi di selokan hingga tak terlihat musuh. Sementara, Julius masih dalam posisi terlihat musuh karena dia berada di dataran terbuka.


Menyadari posisi dirinya terlihat para serdadu KNIL, Julius segera mencabut pistolnya. Dua kali menarik pelatuk, tak satu pun peluru berhasil diletuskan dari pistolnya. Julius pun panik dan memilih lari daripada mati dan tak bisa berjuang lagi. Dia langsung bersembunyi.


Para serdadu KNIL yang dilihat Julius rupanya sempat menembakkan senapan mesin ringan Sten Gun mereka ke sekitar tempat Julius dan dua kawannya tadi tapi tidak lama. Tak satupun peluru yang menyentuh tubuh Julius.



Peristiwa itu membuat Julius jadi “orang sakti” di kalangan orang-orang awam di Jambi. Cerita “kesaktiannya” menyebar ke para kombatan-pejuang dan rakyat sipil.


Pada pertengahan 1949 setelah gencatan senjata antara RI-Belanda, Julius bertemu lagi dengan serdadu KNIL yang diihatnya di sekitar Bangko-Rantaupanjang itu. Para serdadu itu rupanya KNIL dari Minahasa, Sulawesi Utara. Julius pun mengajak mereka bicara.


“Kenapa saya tidak ditembak?” tanya Julius, dikutip Daud Sinjal dalam Laporan kepada bangsa: Militer Akademi Yogya.


“Tidak tahu. Tidak kelihatan,” jawab serdadu KNIL tadi.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
transparant.png
bottom of page