top of page

Empat Senjata Jerman yang Mengubah Dunia

Jerman mampu mengembangkan teknologi militer canggih seraya mengobarkan peperangan. Penasaran alutsista mana saja?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Wilhelm "Willy" Messerschmitt, pengembang senjata andal Jerman yang jadi kepercayaan Adolf Hitler. (Bundesarchiv).

15 Mei 2020
7 menit membaca

Diperbarui: 24 Apr

PERANG tidak hanya meninggalkan derita, kematian, atau mengubah geopolitik. Perang juga jadi etalase pamer kemajuan teknologi dan industri senjata. Jerman dalam gejolak Perang Dunia II harus diakui telah meninggalkan warisan yang mengubah dunia teknologi militer. Baik di darat, laut, maupun udara, Jerman punya senjata-senjata canggih yang tak dimiliki Sekutu.


Sayangnya, bagi Der Führer Adolf Hitler, pengembangan senjata-senjata canggih itu terlambat. Hanya secuil dari beragam rancangan senjata jempolan Jerman yang sempat digunakan di palagan lantaran mayoritas baru rampung menjelang perang berakhir.


Alhasil, senjata-senjata itu dicontek dan dikembangkan oleh para pemenang Perang Dunia II: Uni Soviet, Inggris, dan Amerika Serikat. Berikut empat dari senjata itu yang lantas jadi cikal-bakal pengembangan senjata yang terkenal hingga saat ini:

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Kisah generasi pertama Timnas Indonesia. Jauh dari hingar bingar publisitas dan fasilitas mewah, mereka berlaga di lapangan hijau demi mengharumkan nama Indonesia.
Kisah generasi pertama Timnas Indonesia. Jauh dari hingar bingar publisitas dan fasilitas mewah, mereka berlaga di lapangan hijau demi mengharumkan nama Indonesia.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
transparant.png
bottom of page