top of page

Alkisah Jago Udara yang Di-Grounded Gegara Sepakbola

Philip Fullard jago udara yang melegenda dari Perang Dunia I. Ironisnya medali-medali kehormatannya dilelang keluarganya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Letnan Philip Fletcher Fullard di kokpit pesawat Albatros Jerman. (keymilitary.com).

15 Mar 2023
5 menit membaca

Diperbarui: 24 Apr

PERANG Dunia I jadi ajang adu kuat pertama beragam teknologi canggih alutsista. Salah satunya penggunaan pesawat terbang berskala besar untuk pengintaian sekaligus pertempuran udara. Inggris jadi salah satu yang terdepan. Di antara ace –istilah untuk jagoan pertempuran di udara– legendarisnya, nama Komodor Udara Philip Fullard merupakan yang paling dihormati hingga kini.


Meski ia memulai kiprahnya di Royal Flying Corps (RFC) Angkatan Darat Inggris, namanya juga melegenda di kalangan Angkatan Udara Inggris, Royal Air Force (RAF) yang baru lahir pasca-PD I. Fullard punya catatan 40 kemenangan duel udara (beberapa sumber menyebut 43 dan 46).


Kendati bukan yang terbanyak, dengan catatan itu mendiang Fullard diakui sebagai ace paling top keenam Inggris dan pilot dengan angka kemenangan tertinggi kedua yang masih hidup pasca-PD I.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page